FASI Apresiasi Polri, Kapolri Cup II 2026 Jadi Momentum Perkuat Indoor Skydiving Asia

oleh -62 Dilihat

Bogor, Berikabar.co – Dari sebuah wind tunnel di Cikeas, Kabupaten Bogor, olahraga indoor skydiving Indonesia mulai memperkuat koneksi dengan komunitas olahraga dirgantara dunia.

Sebanyak 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim ambil bagian dalam International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026 yang digelar pada 17–20 September 2026 di Wind Tunnel Korps Brimob Polri.

Kejuaraan tersebut diikuti 89 atlet dan official mancanegara dari sembilan negara serta melibatkan 20 juri internasional dari 12 negara. Jika dihitung berdasarkan negara asal atlet, official dan juri, total terdapat 20 negara yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Bagi Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., kejuaraan internasional itu bukan sekadar arena perebutan podium. Kompetisi menjadi bagian penting dalam memperluas pengalaman atlet sekaligus membangun ekosistem indoor skydiving yang lebih kuat.

“Upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.”

Menurut Irvan, organisasi olahraga terjun payung terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia. Bersama dukungan organisasi terjun payung internasional, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving secara rutin di kawasan Asia.

“Sehingga setiap negara akan lebih memperhatikan lagi pembinaan dan pengembangan atlet.”

Dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut juga mendapat apresiasi dari Irvan. Menurutnya, keberadaan kompetisi dengan keterlibatan atlet dan juri dari berbagai negara memberikan ruang bagi Indonesia untuk memperkuat pembinaan olahraga terjun payung.

“Kami, pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Polri atas terselenggaranya kejuaraan ini.”

Pesan senada disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof Dr Dedi Prasetyo SH.,Mhum.,MSi MM. Ia menilai kompetisi internasional perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperluas jejaring olahraga dirgantara Indonesia.

BACA JUGA :  Cegah Narkoba di Lingkungan Karyawan, PT Vale Teken MoU dengan BNN Sulawesi Selatan

Wakapolri mengatakan prestasi atlet Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas olahraga tersebut.

Pada FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 di Cikeas. Saat itu, tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

“Dengan rekam jejak prestasi dan perluasan jejaring kompetisi ini, Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global.”

Menurut Dedi, keberhasilan sebuah kejuaraan internasional tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan maupun hasil yang diraih para atlet. Penyelenggaraan kompetisi juga harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Di tengah ambisi meningkatkan prestasi dan memperluas jejaring internasional, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Irvan mengingatkan seluruh atlet, panitia dan wasit agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama kompetisi berlangsung.

“Kepada para atlet saya ucapkan selamat bertanding, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Dan agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety.”

Rangkaian kompetisi di Wind Tunnel Korps Brimob Polri tidak berhenti pada Kapolri Cup II. Setelah kejuaraan tersebut, Cikeas akan menjadi lokasi 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

BACA JUGA :  Kapolres Kolaka Utara Pimpin Langsung Pengejaran Tahanan Kabur, Dua Berhasil Diamankan

Rangkaian agenda itu menempatkan Wind Tunnel Korps Brimob Polri tidak hanya sebagai arena pertandingan. Cikeas juga menjadi ruang pertemuan atlet dari berbagai negara, pertukaran pengalaman, perluasan jejaring serta bagian dari upaya membangun masa depan olahraga indoor skydiving di Asia.