OJK Sultra Perkuat Ekosistem Kakao Kolut untuk Tembus Pasar Global

oleh -90 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Kakao asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, didorong tidak lagi sekadar dikenal sebagai komoditas bahan mentah. Penguatan rantai pasok diarahkan agar kakao dari daerah tersebut memiliki identitas mutu dan karakter yang dapat dikenali hingga pasar global.

Gagasan tersebut menjadi salah satu sasaran dalam perluasan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao yang mulai dipersiapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan pengembangan ekosistem kakao akan diarahkan agar biji kakao tidak kehilangan identitas ketika masuk ke dalam rantai perdagangan.

“Karena itu, standardisasi proses menjadi bagian penting dalam penguatan komoditas itu. Kakao Kolaka Utara diharapkan memiliki profil cita rasa dan asal-usul yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, membangun identitas kakao membutuhkan penguatan di seluruh mata rantai produksi dan perdagangan. Karena itu, pendekatan yang dikembangkan tidak hanya menyasar petani sebagai sektor hulu, tetapi juga mencakup proses pengolahan, pembiayaan, perlindungan tenaga kerja hingga akses pasar.

Sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan dalam penguatan ekosistem tersebut. Di antaranya Bank Indonesia (BI) Sultra, Bank Sultra, Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, serta offtaker PT Comextra Majora.

Masing-masing pihak diarahkan memberikan dukungan sesuai dengan perannya dalam rantai pasok kakao. Dukungan tersebut mencakup modernisasi dan permodalan di tingkat hulu, perlindungan jaminan sosial bagi petani, standardisasi ekspor hingga kepastian pasar di sektor hilir.

Penguatan dari hulu hingga hilir menjadi penting agar kualitas kakao dapat terjaga secara konsisten. Dengan proses yang lebih terstandar, karakter dan asal-usul kakao Kolaka Utara diharapkan dapat ditelusuri dan menjadi bagian dari nilai produk ketika dipasarkan.

BACA JUGA :  Abdurrahman Shaleh Ketua TKD Prabowo-Gibran di Sultra

Pendekatan tersebut juga diharapkan meningkatkan nilai tambah kakao sekaligus memperkuat posisi produk asal Kolaka Utara. Produk tidak lagi semata-mata dinilai berdasarkan jumlah produksi, tetapi juga kualitas, karakter, serta identitas yang melekat pada setiap produk.

Dengan ekosistem yang terintegrasi, pengembangan kakao Kolaka Utara diharapkan dapat menciptakan rantai nilai yang lebih kuat sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha yang terlibat di dalamnya.

Pada akhirnya, penguatan identitas, standardisasi mutu, dan kepastian pasar diharapkan membuka peluang bagi kakao Kolaka Utara untuk memiliki daya saing yang lebih kuat. Kakao daerah tersebut diharapkan mampu tampil sebagai produk dengan karakter dan cita rasa yang jelas, sekaligus memiliki posisi lebih baik di pasar global.