Bupati Kolut Dorong Paradigma Baru Pengembangan Kakao: Dari “Berburu Berat” ke “Berburu Nilai”

oleh -70 Dilihat

Kolaka Utara, Berikabar.co – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, mendorong perubahan paradigma dalam pengembangan komoditas kakao. Produksi tinggi dinilai tidak lagi cukup menjadi ukuran keberhasilan apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas, produktivitas, serta nilai ekonomi komoditas.

Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, menegaskan pengembangan kakao perlu dilakukan dengan melihat keseluruhan rantai ekosistem, mulai dari produksi di tingkat petani hingga proses pemasaran dan penciptaan nilai tambah.

Hal tersebut disampaikan Nur Rahman saat menghadiri rapat koordinasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao yang difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Learning Center Kantor OJK Sultra beberapa waktu lalu.

Menurut Nur Rahman, orientasi pengembangan kakao perlu bergeser dari sekadar mengejar volume produksi menuju peningkatan produktivitas, mutu, dan nilai jual. Perubahan tersebut penting agar komoditas kakao tidak berhenti sebagai produk primer, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan petani.

“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram (‘berburu berat’) menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram (‘berburu nilai’), serta menghilangkan ego sektoral dengan membagi peran secara jelas pada setiap rantai nilai,” ujar Nur Rahman.

Untuk mewujudkan arah pengembangan tersebut, Pemkab Kolut menyatakan kesiapan mendukung penyediaan data pelaku usaha sekaligus memperkuat kelembagaan yang berkaitan dengan ekosistem kakao.

Pemerintah daerah juga berkomitmen mengintegrasikan berbagai program daerah dengan agenda hilirisasi kakao. Langkah itu diharapkan dapat mendorong pengembangan komoditas secara lebih menyeluruh, sehingga tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi di tingkat petani.

Nur Rahman menyambut positif fasilitasi OJK Sultra dalam memperkuat ekosistem kakao di Kolaka Utara. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan setiap pihak memiliki peran yang jelas dalam membangun rantai nilai kakao.

BACA JUGA :  Wujudkan Asta Cita Presiden, Desk Ketenagakerjaan Polri Optimalkan Perlindungan Pekerja

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari petani sebagai produsen, kelembagaan dan pelaku usaha, hingga akses terhadap pasar. Dengan pembagian peran yang lebih jelas, pengembangan kakao diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Penguatan ekosistem tersebut pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi kakao Kolaka Utara sekaligus memperkuat daya saing petani dan pelaku usaha di daerah.

Bagi Kolaka Utara, perubahan orientasi dari sekadar mengejar jumlah produksi menuju peningkatan nilai menjadi langkah strategis untuk menjadikan kakao bukan hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.