FT Bau-Bau Jadi Backbone Distribusi Energi Indonesia Timur, Pertamina Perkuat Keandalan Operasional

oleh -55 Dilihat

Baubau, Berikabar.co  – Fuel Terminal (FT) Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, menjadi salah satu titik strategis dalam menjaga kesinambungan distribusi energi ke wilayah Indonesia Timur. Untuk memastikan kesiapan fasilitas dan operasionalnya, pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan peninjauan langsung melalui kegiatan Management Walk Through (MWT), Jumat (5/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keandalan distribusi energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur, khususnya wilayah yang memiliki karakteristik geografis kepulauan.

Dalam MWT tersebut, jajaran pemerintah dan manajemen Pertamina mendapatkan pemaparan mengenai kondisi operasional serta penyaluran energi di wilayah Bau-Bau. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke sejumlah sarana dan fasilitas terminal untuk melihat secara langsung kesiapan aset, proses operasional, hingga pola distribusi yang diterapkan FT Bau-Bau.

FT Bau-Bau memiliki posisi penting dalam rantai distribusi energi karena mendukung penyaluran BBM dan produk energi lainnya ke sejumlah wilayah kepulauan dan daerah di sekitarnya. Karena itu, keandalan sarana, ketepatan distribusi, serta kesiapan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Direktur Pemasaran Corporate Pertamina Alimuddin Baso, serta Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar bersama jajaran manajemen.

Selain melakukan peninjauan, jajaran pemerintah dan Pertamina juga memberikan sejumlah arahan serta masukan terkait penguatan pengelolaan sarana dan fasilitas, keandalan operasional, serta kesinambungan penyaluran energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, mengapresiasi kesiapan sarana dan fasilitas serta pelaksanaan penyaluran energi yang dilakukan FT Bau-Bau.

BACA JUGA :  BI Sultra Catat Transaksi Non Tunai di Sultra Naik Selama 2021

“Kami melihat sarana dan fasilitas di Fuel Terminal Bau-Bau sudah mendukung kegiatan operasional dan penyaluran dengan baik. Ini merupakan bagian penting dari infrastruktur energi yang mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan dan berharap keandalan ini dapat terus dijaga serta ditingkatkan,” ujar Laode.

Laode mengatakan karakteristik geografis Indonesia Timur membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang mampu menjaga kelancaran distribusi hingga ke wilayah kepulauan.

“Wilayah Indonesia Timur memiliki tantangan distribusi tersendiri. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pengelolaan distribusi seperti yang dilakukan di Bau-Bau perlu terus dipertahankan agar penyaluran energi dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menekankan pentingnya pengelolaan distribusi energi secara tepat, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penyaluran energi, khususnya BBM, harus didukung oleh sistem dan fasilitas yang mampu memastikan produk tersedia sesuai kebutuhan wilayah. Kami melihat peran FT Bau-Bau cukup strategis dalam mendukung distribusi di kawasan Indonesia Timur. Pengelolaan yang baik perlu terus dijaga agar penyaluran dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran,” kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, koordinasi antara pemerintah dan badan usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan yang beragam.

“Penguatan koordinasi dan evaluasi secara berkala penting dilakukan untuk memastikan setiap potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal. Dengan begitu, pelayanan energi kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan Pertamina sekaligus memastikan kesiapan FT Bau-Bau menjalankan perannya sebagai salah satu backbone distribusi energi di kawasan Indonesia Timur.

BACA JUGA :  PT Vale Tegaskan Komitmen Keberlanjutan dalam Sustainability Report 2023

“FT Bau-Bau memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan distribusi energi, khususnya untuk wilayah-wilayah di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, kami terus memastikan sarana dan fasilitas, kesiapan personel, serta proses operasional dikelola secara optimal agar penyaluran dapat berjalan aman, andal, dan sesuai kebutuhan,” ujar Deny.

Deny menambahkan, seluruh arahan dan masukan yang disampaikan dalam kegiatan MWT akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan operasional FT Bau-Bau.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Dukungan dan perhatian dari pemerintah menjadi penguatan bagi kami untuk menjaga keandalan FT Bau-Bau sekaligus meningkatkan kualitas layanan distribusi energi bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur,” tambahnya.

Keandalan FT Bau-Bau menjadi bagian penting dari upaya Pertamina Patra Niaga menjaga ketahanan dan kesinambungan distribusi energi di kawasan Indonesia Timur. Dukungan fasilitas yang memadai, proses operasional yang terstandar, serta koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi energi berjalan aman dan andal.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen terus memperkuat kesiapan infrastruktur energi, meningkatkan keandalan operasional, serta melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan pelanggan, khususnya di wilayah Indonesia Timur dengan karakteristik kepulauan, dapat terpenuhi secara optimal dan berkesinambungan.