Kendari, Berikabar.co – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang digelar di Masjid Al-Amin Polda Sultra, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sultra, personel, serta jamaah sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual di lingkungan kepolisian.
Binrohtal kali ini menghadirkan Ustadz Dr. Abdul Gafar, M.Thi., yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Gafar menegaskan bahwa kegiatan Binrohtal bukan sekadar agenda rutin mingguan, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mengambil hikmah dari setiap pesan yang disampaikan.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup sekaligus cahaya bagi manusia. Membacanya tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi obat bagi hati dan diri kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengajarkan langkah-langkah pencegahan atau preventif agar manusia terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan. Menurutnya, berbagai penyakit masyarakat seperti perjudian, minuman keras, dan perilaku menyimpang lainnya lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat.
“Allah telah mengingatkan bahwa bahaya dari perbuatan-perbuatan tersebut jauh lebih besar daripada manfaatnya. Karena itu, pencegahan melalui pendidikan, pembinaan, dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ustadz Abdul Gafar juga mengingatkan bahwa perjudian, minuman keras (khamar), dan berbagai penyakit masyarakat merupakan perbuatan yang dapat merusak hubungan manusia dengan Allah SWT serta memicu permusuhan di tengah kehidupan sosial.
“Ketika seseorang sudah dikuasai judi atau khamar, setan akan menanamkan kebencian dan permusuhan di antara sesama. Bahkan persoalan kecil dapat memicu konflik dengan orang tua, saudara, maupun lingkungan sekitar. Selain itu, kecanduan terhadap perbuatan tersebut akan menjauhkan seseorang dari mengingat Allah,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menjaga integritas setiap personel. Dengan landasan nilai-nilai agama yang kuat, anggota Polri diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Binrohtal yang dilaksanakan secara rutin, Polda Sultra terus berupaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual personel sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Polri yang berakhlak, profesional, serta mampu menghadirkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat berdasarkan nilai-nilai moral dan keagamaan.





