Kendari, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Kota Kendari memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi di sejumlah SPBU di Kota Kendari, Senin (21/9/2026).
Pemantauan dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Sales Area Sulawesi Tenggara bersama DPRD Kota Kendari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kendari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi Pertamina dan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lancar, kondusif, dan tepat sasaran. Tim gabungan memantau langsung kondisi pelayanan di SPBU sekaligus melakukan koordinasi terkait dinamika penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pemantauan adalah kesesuaian QR Code dengan nomor polisi (nopol) kendaraan saat konsumen melakukan transaksi BBM subsidi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan QR Code digunakan sesuai kendaraan yang telah terdaftar sekaligus mencegah penyalahgunaan dalam transaksi.
Pemantauan juga mencermati potensi penggunaan QR Code milik konsumen oleh pihak lain. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina mengimbau konsumen menjaga keamanan QR Code masing-masing dan segera melakukan reset apabila menemukan indikasi QR Code digunakan oleh pihak lain.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pengawasan penggunaan QR Code menjadi bagian dari upaya Pertamina memastikan penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran.
“Dalam pemantauan di lapangan, salah satu yang kami perhatikan adalah kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan saat transaksi BBM Subsidi. Ini penting untuk memastikan QR Code digunakan oleh kendaraan yang sesuai dan penyaluran BBM Subsidi tetap berjalan sebagaimana ketentuan,” ujar Lilik.
Selain pengawasan transaksi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di Kota Kendari. Langkah tersebut mencakup pemantauan stok dan distribusi, evaluasi pelayanan SPBU, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan BBM subsidi disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Pertamina bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan.
Lilik mengimbau konsumen yang menemukan QR Code kendaraannya digunakan oleh pihak lain agar segera melakukan reset secara mandiri.
“Jika konsumen menemukan QR Code kendaraannya digunakan oleh pihak lain, dapat segera melakukan reset secara mandiri melalui website subsiditepat.mypertamina.id. Dengan cara login menggunakan data kendaraan yang sudah terdaftar, kemudian pilih menu ‘Lihat Kode QR’ dan dilanjutkan dengan memilih ‘Reset Kode QR’. Langkah ini dapat dilakukan untuk mengamankan kembali QR Code agar tidak digunakan oleh pihak yang tidak berhak,” jelas Lilik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan layanan pada lembaga penyalur resmi Pertamina. Konsumen diminta memastikan QR Code yang digunakan sesuai dengan kendaraan serta tidak memberikan akses QR Code kepada pihak lain.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM di Kota Kendari. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban transaksi dan memastikan BBM subsidi diterima masyarakat yang berhak.
Masyarakat dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.





