OJK Sultra dan Polri Perkuat Sinergi Berantas Investasi Ilegal

oleh -67 Dilihat
ilustrasi

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani berbagai kasus investasi ilegal. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum maupun lembaga jasa keuangan guna memastikan setiap kasus dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan saat ini sejumlah kasus investasi ilegal sedang ditangani secara bersama-sama dengan berbagai pihak melalui satuan tugas yang telah dibentuk.

“Kita mengambil menjadi satgas tugas untuk penangan investasi ilegal. Dan saat ini sudah banyak beberapa kasus yang sedang kami tangani langsung,” kata Bismi.

Menurut Bismi, penanganan perkara juga melibatkan koordinasi dengan lembaga jasa keuangan, terutama dalam proses permintaan informasi nasabah, mutasi rekening, serta data lain yang dibutuhkan untuk mendukung proses penyelidikan.

“Jasa keuangan tentunya atas dukungan utama kerja sama karena ada permintaan informasi nasabah, mutasi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, OJK secara rutin melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap langkah penanganan investasi ilegal berjalan efektif.

“Kemudian legal kami rutin melakukan koordinasi untuk bisa memastikan kira-kira langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan beberapa kasus investasi ilegal,” lanjut Bismi.

Ia menegaskan, sinergi antara OJK dan Polri akan terus diperkuat agar penanganan investasi ilegal tidak berhenti pada pengungkapan kasus, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi para pelaku.

“Jadi di sini kami terus menerus secara continue dan tidak pernah berhenti bersama-sama teman-teman dari Polri untuk melakukan penyelesaian secara hukum terkait investasi ilegal khususnya,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Telkomsel Catat Lonjakan Broadband Wilayah Sulawesi dan Maluku Utara Sebesar 16,55 Persen