Bismi Maulana: Perbaikan Harga Minyak Global Berdampak Positif Bagi Ekonomi Sultra

oleh -75 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara terus memantau perkembangan ekonomi daerah di tengah dinamika perekonomian global. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah pergerakan harga minyak dunia yang mulai menunjukkan tren membaik sejak 1 Juli.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan perubahan harga minyak global memiliki pengaruh terhadap berbagai indikator ekonomi, mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi hingga tingkat konsumsi masyarakat.

“Jadi mengenai kondisi ekonomi tentunya memang sangat dipengaruhi terkait dengan harga minyak global. Tapi demikian, kita ketahui saat ini harga minyak global sudah mulai membaik per 1 Juli. Otomatis akan juga berpengaruh terhadap beberapa sektor ekonomi tertentu, mulai dari kondisi inflasi, pertumbuhan ekonomi, kemudian juga tingkat konsumsi masyarakat dan lain sebagainya,” kata Bismi.

Menurutnya, OJK akan terus mengoptimalkan fungsi pengawasan melalui kebijakan mikroprudensial agar aktivitas ekonomi di Sulawesi Tenggara tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

“Dan kami dari OJK akan terus memantau dan mendorong dari sisi kebijakan mikroprudensial untuk bisa memastikan seluruh pergerakan ekonomi di Sulawesi Tenggara ini akan terus berjalan secara bersinambungan dan normal,” ujarnya.

Bismi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia terkait perkembangan inflasi yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

“Terus terang memang kami mendengar, kemarin saya harus koordinasi dengan teman-teman Bank Indonesia. Tingkat inflasi kita juga sudah semakin meningkat. Jadi sudah ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari Bank Indonesia, OJK dan teman-teman Kemenkeu untuk memastikan bahwa ekonomi kita masih berada dalam kondisi yang baik,” jelasnya.

Koordinasi antarotoritas tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tahan sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Dorong Hilirisasi, Gubernur ASR Lepas Direct Export Perdana Veronikel Senilai Rp49,2 Miliar ke Lianyunggang