Dorong Hilirisasi, Gubernur ASR Lepas Direct Export Perdana Veronikel Senilai Rp49,2 Miliar ke Lianyunggang

oleh -138 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Sektor industri Sulawesi Tenggara mencatat sejarah baru melalui peluncuran ekspor langsung (direct export) perdana dari Terminal Peti Kemas Kendari New Port menuju Lianyunggang, China, pada Rabu (28/1/2026). Sebanyak 46 kontainer produk industri dilepas secara resmi, menandai babak baru kemandirian logistik dan penguatan ekonomi daerah di pasar internasional.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa momentum ini merupakan bukti nyata bahwa kesiapan infrastruktur dan sistem logistik di Bumi Anoa telah mencapai standar daya saing yang tinggi.

“Pengiriman ekspor langsung ini merupakan langkah awal yang cukup maju. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur pelabuhan, sistem logistik, dan layanan ekspor di Sulawesi Tenggara semakin siap, efisien, dan berdaya saing,” tegasAndi Sumangerukka.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah provinsi akan terus mengawal kebijakan hilirisasi agar kekayaan sumber daya mineral Sultra tidak lagi keluar sebagai material mentah, melainkan sebagai produk bernilai tambah.

“Potensi sumber daya mineral yang kita miliki harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan. Pemerintah provinsi secara konsisten mendorong agar sumber daya ini diolah melalui industri sehingga memberikan nilai tambah ekonomi, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan daerah,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa akselerasi industri wajib memegang teguh prinsip keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara inklusif.

Pada pengiriman bersejarah ini, komoditas veronikel sebanyak 1.015 ton berhasil dikapalkan dengan nilai transaksi mencapai USD 2.950.000 atau sekitar Rp49,27 miliar. Gubernur Andi Sumangerukka pun menantang para pelaku usaha lain, termasuk BUMN, untuk beralih memanfaatkan Kendari New Port guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.

“Kita berharap ke depan bukan hanya satu perusahaan yang memanfaatkan jalur ini. Perusahaan lain diharapkan dapat mengekspor produknya melalui Kendari New Port. Kalau mereka lewat dari sini, maka nilai tambahnya akan kembali ke daerah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ungkapan Syukur Usai Umroh, Bupati Koltim Buka Bersama Masyarakat

Dari sisi operasional, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Kendari, Herryanto, memaparkan bahwa pemangkasan rute logistik ini memberikan keuntungan besar bagi para eksportir karena tidak perlu lagi transit di pelabuhan besar lainnya.

“Kalau sebelumnya kontainer harus melalui Makassar, Jakarta, atau Surabaya, sekarang dengan direct export, kontainer dari Kendari langsung ke negara tujuan,” kata Herryanto.

Skema ini juga mengembalikan kedaulatan data ekspor Sultra. Kini, seluruh pencatatan administrasi dan nilai ekspor secara internasional diakui sebagai prestasi daerah sendiri.

“Kalau dulu komoditasnya tercatat atas nama pelabuhan lain, sekarang sudah diakui sebagai ekspor dari Kendari,” pungkasnya.