Kendari, Berikabar.co – Sebanyak 41 Calon Siswa (Casis) Bintara TNI Angkatan Udara A-58 Lanud Haluoleo mengikuti Sidang Pantukhir Daerah (Pantukhirda) yang digelar di Ruang Rapat Lanud Haluoleo, Kamis (30/7/2026). Sidang tersebut menjadi tahapan akhir seleksi di tingkat daerah sebelum peserta yang memenuhi syarat melanjutkan ke proses seleksi tingkat pusat.
Sebelum mengikuti Sidang Pantukhirda, seluruh casis telah menjalani serangkaian tahapan seleksi yang meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, hingga mental ideologi. Setiap tahapan dilakukan secara ketat untuk menjaring calon prajurit yang memiliki kualitas terbaik, baik dari aspek fisik, mental, maupun karakter.
Sidang Pantukhirda dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, S.AP., M.M., M.Sc., selaku Ketua Panitia Daerah, bersama tim penguji dari berbagai unsur. Dalam sidang tersebut, seluruh peserta menjalani proses verifikasi menyeluruh sebagai dasar penentuan kelayakan mengikuti seleksi tingkat pusat.
Proses penilaian dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Setiap peserta dievaluasi berdasarkan hasil seluruh rangkaian seleksi yang telah dijalani sehingga hanya casis yang benar-benar memenuhi kriteria yang dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dalam arahannya, Komandan Lanud Haluoleo menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Udara dilaksanakan secara profesional, bersih, transparan, dan akuntabel. Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak mempercayai praktik percaloan maupun pungutan biaya dalam bentuk apa pun.
“Melalui proses seleksi yang objektif dan berkualitas ini, diharapkan lahir calon-calon prajurit TNI AU yang unggul, berintegritas, memiliki semangat pengabdian tinggi, serta siap mengemban tugas menjaga kedaulatan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Danlanud.
Selain itu, peserta juga diharapkan mengandalkan kemampuan, kerja keras, serta doa sebagai modal utama dalam menghadapi setiap tahapan seleksi. Dengan demikian, proses rekrutmen diharapkan mampu menghasilkan prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan fisik yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui pelaksanaan Sidang Pantukhirda ini, Lanud Haluoleo menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya sumber daya manusia TNI Angkatan Udara yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis). Upaya tersebut menjadi bagian dari pembangunan kekuatan pertahanan udara yang tangguh sekaligus memastikan proses regenerasi prajurit TNI AU berjalan secara berkualitas, profesional, dan berintegritas.





