Pasca Ancaman Tsunami Sulut, Pertamina Jamin Ketersediaan Energi bagi Masyarakat

oleh -75 Dilihat

Bitung, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan operasional fasilitas energi tetap berjalan aman dan andal pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) pagi dan berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah daerah.

Sejak gempa terjadi, Pertamina langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat guna memastikan keselamatan pekerja, mitra kerja, serta keandalan fasilitas operasional yang menjadi tulang punggung distribusi energi bagi masyarakat.

Integrated Terminal Manager Bitung, Arman Prastiono, mengatakan bahwa pemeriksaan menyeluruh segera dilakukan setelah situasi dinyatakan aman.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan. Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas operasional. Hasil pengecekan menunjukkan fasilitas utama Integrated Terminal Bitung dalam kondisi aman dan siap mendukung penyaluran energi kepada masyarakat,” ujar Arman.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, seluruh pekerja dan mitra kerja sempat diarahkan menuju titik kumpul atau master point sesuai prosedur keselamatan. Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), Security, serta Reliability Station juga melakukan patroli dan inspeksi terhadap fasilitas operasional maupun jalur pipa untuk memastikan tidak ada dampak yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun operasional.

Selain itu, Pertamina terus mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dengan melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala serta menjalin koordinasi intensif dengan instansi terkait guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan situasi kebencanaan.

Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi tsunami, operasional Fuel Terminal Tahuna untuk sementara dihentikan sesuai arahan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan otoritas terkait setempat. Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menunjukkan fasilitas terminal dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat mengganggu keandalan sarana maupun infrastruktur penyaluran energi.

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Serahkan 3.045 SK PPPK Paruh Waktu, Optimalkan Kualitas Pelayanan Publik

Operasional Fuel Terminal Tahuna akan kembali dijalankan setelah adanya informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi berwenang yang menyatakan kondisi telah aman untuk beroperasi.

Sementara itu, sejumlah fasilitas operasional Pertamina lainnya di wilayah terdampak, seperti Integrated Terminal Bitung, Integrated Terminal Gorontalo, dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi, telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan dipastikan berada dalam kondisi aman. Seluruh fasilitas tersebut tetap beroperasi guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, serta stakeholder terkait untuk memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan perkembangan kondisi di lapangan. Seluruh fasilitas operasional kami terus dipantau secara ketat. Ketersediaan energi bagi masyarakat tetap menjadi perhatian kami dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” tambah Arman.

Di sisi lain, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan simpati kepada masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.

“Pertamina menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi. Kami berharap kondisi segera membaik dan masyarakat dapat tetap menjaga keselamatan dengan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah dan instansi yang berwenang,” kata Lilik.

Menurutnya, Pertamina akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh infrastruktur energi tetap dalam kondisi siap guna menjamin pelayanan kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah terkait perkembangan situasi kebencanaan di wilayah masing-masing.

Langkah cepat yang dilakukan perusahaan energi nasional tersebut menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat di tengah situasi darurat akibat bencana alam.

BACA JUGA :  Gelar Riding Test, Astra Motor Sulawesi Selatan Intens Dekatkan New Honda Stylo 160 kepada Masyarakat Kendari