Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Kolaborasi Buka Peluang Ekonomi Kreatif Berbasis AI untuk Generasi Muda

oleh -106 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe dalam program pemberdayaan kreator yang bertujuan mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi tersebut hadir sebagai respons atas tantangan transformasi digital di Indonesia yang kini tidak lagi sebatas memperluas akses teknologi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mampu berkarya, berinovasi, dan menciptakan nilai ekonomi dari kemampuan digital yang dimiliki.

Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, tingkat konektivitas dan keterampilan digital masyarakat terus meningkat. Namun, potensi besar masih terbuka untuk mengubah kemampuan tersebut menjadi peluang usaha, karier, maupun penciptaan konten yang bernilai ekonomi.

Melalui kerja sama ini, Indosat menghadirkan jangkauan nasional dan program pemberdayaan generasi muda, Adobe menyediakan perangkat kreatif berbasis AI, kurikulum pembelajaran, hingga program monetisasi kreator, sementara Kemenekraf memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kreativitas masyarakat Indonesia harus terus diperkuat dengan dukungan teknologi.

“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya. Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar. Kemitraan ini menjadi contoh penting bagaimana pemerintah dan industri dapat berkolaborasi untuk membekali generasi muda dengan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global. Kami mengundang para kreator di seluruh jaringan Kemenekraf untuk bergabung dalam inisiatif ini dan mengubah ide-ide Indonesia menjadi karya yang berdampak, kekayaan intelektual yang bernilai, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sosialisasi Aplikasi Skul.id di SMAN 8 Kendari Disambut Baik Pihak Sekolah

Kolaborasi ini juga selaras dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang diinisiasi Kemenekraf untuk meningkatkan literasi ekonomi kreatif, adopsi teknologi, kecerdasan buatan, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan generasi muda Indonesia membutuhkan akses terhadap perangkat dan peluang yang tepat untuk mengembangkan potensinya.

“Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka. Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya. Inilah cara kami memberdayakan Indonesia dan membangun masa depan yang #LebihBaik secara bersama-sama,” kata Vikram.

Senada dengan itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menilai Indonesia memiliki komunitas kreatif yang sangat potensial.

“Di Adobe, kami terinspirasi oleh komunitas kreatif Indonesia dan bersemangat untuk membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide-ide mereka menjadi peluang nyata. Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,” ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, ketiga pihak berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mampu bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator yang produktif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.