Kendari, Berikabar.co – Tim Patroli Jentik Presisi (PJP) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Tenggara bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga RW 5, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, terkait meningkatnya populasi nyamuk dan adanya seorang anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) pascabanjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026) itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.
Mendapat laporan dari warga, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan menyeluruh. Kehadiran tim disambut antusias masyarakat yang selama ini merasa khawatir dengan kondisi lingkungan pascabanjir.
Genangan air yang masih tersisa di sejumlah titik dinilai menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebar penyakit DBD yang berisiko mengancam kesehatan warga.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 156 rumah di wilayah RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo mendapatkan layanan fogging atau pengasapan. Proses fogging dilakukan secara sistematis dari rumah ke rumah guna memastikan seluruh area permukiman terbebas dari ancaman nyamuk pembawa virus dengue.
Upaya tersebut menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus mencegah meluasnya kasus DBD di wilayah tersebut. Selain melakukan pengasapan, warga juga diimbau untuk aktif menjalankan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. drg. Ignatius Hendra A., Sp.KG, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga harus hadir membantu warga dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk ancaman kesehatan lingkungan pascabencana.
Kombes Pol. Ignatius Hendra juga menambahkan bahwa Tim PJP dibentuk secara khusus dengan pendekatan Presisi agar mampu merespons setiap aduan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Ia berharap kegiatan fogging tersebut dapat memberikan rasa aman, baik secara psikologis maupun medis, bagi masyarakat, khususnya warga Kelurahan Lepo-Lepo.
Langkah cepat yang dilakukan Biddokkes Polda Sultra mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Lurah Lepo-Lepo, Ridlan Nurung, S.Sos., menyampaikan terima kasih kepada Polda Sultra atas kepedulian yang ditunjukkan kepada masyarakat di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sultra beserta jajaran Biddokkes yang telah bergerak cepat melakukan fogging di lingkungan warga kami. Langkah ini sangat membantu menenangkan kecemasan warga akan ancaman penyakit malaria pasca-bencana,” ujar Ridlan Nurung saat memantau langsung proses pengasapan di permukiman warga.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo, Musran Konggo. Ia mengaku bersyukur atas respons cepat Tim PJP Biddokkes Polda Sultra dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait ancaman penyakit pascabanjir.
Selain melakukan fogging, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra turut memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diimbau untuk terus menerapkan gerakan 3M Plus guna mencegah munculnya kembali jentik-jentik nyamuk di sisa genangan air pascabanjir.
Melalui langkah preventif dan respons cepat tersebut, diharapkan penyebaran DBD di wilayah Kelurahan Lepo-Lepo dapat ditekan sehingga tidak meluas ke kawasan lainnya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.





