Kendari, Berikabar.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui partisipasi aktif dalam Ramadan Sultra Fest 2026. Kepala BI Sultra, Edwin Permadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam mendorong digitalisasi dan sertifikasi halal bagi pelaku usaha lokal.
Menurut Edwin, keterlibatan BI dalam festival ini mencakup pembinaan terhadap puluhan pelaku usaha kreatif, khususnya di sektor pangan.
“Kami melibatkan sekitar 30 UMKM, khususnya sektor kuliner, untuk mendorong penguatan ekosistem halal serta mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku usaha,” jelas Edwin Permadi di Pelataran Eks MTQ Kendari, Rabu (4/3/2026).
Selain penguatan sektor halal, Bank Indonesia menjadikan momentum Ramadan ini untuk mengakselerasi penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Tercatat, ribuan transaksi cashless telah terjadi sejak awal rangkaian kegiatan.
“Kami mendorong seluruh tenant UMKM yang terlibat untuk menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Selain memudahkan transaksi, masyarakat juga dapat menikmati berbagai promo dan diskon yang tersedia,” katanya.
Guna melayani kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri, Bank Indonesia juga menyiagakan layanan penukaran uang Rupiah dengan sistem pendaftaran digital yang lebih praktis. Edwin menegaskan bahwa sinergi ini memiliki tiga visi utama.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meramaikan suasana Ramadan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah serta memperluas penggunaan transaksi digital di Sulawesi Tenggara,” tutup Edwin.





