Konsel, Berikabar.co – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan indeks pertanaman di Sulawesi Tenggara terus dipacu. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Kadistannak) Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si, menghadiri langsung kegiatan Gerakan Panen Raya IP 200 di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan strategis ini diawali dengan panen bersama yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan, Kadistannak Sultra, serta jajaran perwakilan instansi vertikal terkait. Panen raya ini menjadi momentum krusial bagi Sultra dalam mengejar target ambisius produksi 1 juta ton gabah di tingkat provinsi.
Dengan luas hamparan lahan mencapai 116 hektare di Kelurahan Potoro, Kabupaten Konawe Selatan diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak utama guna memastikan target produksi tersebut tercapai dengan maksimal.
Dukungan Teknologi dan Benih Unggul Selain merayakan hasil panen, pemerintah juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan tersebut mencakup mesin pompa air, benih jagung, serta benih padi yang bersumber dari Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kementerian Pertanian.
Langkah ini merupakan wujud nyata implementasi visi dan misi Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Melalui penguatan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi daerah, pemerintah berkomitmen mendorong transformasi pertanian agar tidak hanya menjadi sarana bertahan hidup, melainkan berkembang menjadi sumber kesejahteraan masyarakat menuju Sulawesi Tenggara yang mandiri.
Sinergi dan Ruang Dialog Dalam arahannya, Kadistannak Sultra, Prof. Muhammad Taufik, menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemangku kebijakan dan para pejuang pangan di lapangan.
Beliau menggarisbawahi bahwa sinergi merupakan kunci utama dalam meningkatkan angka produksi sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di bumi Sulawesi Tenggara.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pemerintah dan kelompok tani Kelurahan Potoro. Ruang dialog ini digunakan untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis di lapangan sekaligus merumuskan solusi berkelanjutan guna memastikan petani Sultra semakin berdaya di masa depan.





