OJK Sultra Catat Pertumbuhan Sektor Keuangan Triwulan IV 2025: Aset Perbankan Tembus Rp63,25 Triliun

oleh -139 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara melaporkan performa gemilang sektor jasa keuangan daerah pada penutupan tahun 2025. Hingga Desember 2025, total aset perbankan di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai Rp63,25 triliun.

Pertumbuhan ini mencerminkan resiliensi ekonomi Bumi Bahteramas di tengah tantangan global. Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari stabilitas sistem perbankan yang terjaga serta efektivitas program edukasi keuangan yang masif dilakukan kepada masyarakat.

“Sektor keuangan Sulawesi Tenggara Triwulan IV 2025 tumbuh kokoh dan inklusif, didorong oleh stabilitas perbankan serta lonjakan kepercayaan investor lokal. Sinergi antara kinerja aset yang solid dan program edukasi masif memastikan sektor keuangan tetap resilien dalam mendukung pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Bismi Maulana Nugraha.

Berdasarkan data infografis OJK Sultra, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan sebesar 2,31% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp33,11 triliun. Komposisi dana tersebut didominasi oleh Tabungan sebesar 68,4%, disusul Deposito 15,9%, dan Giro 15,7%.

Sisi penyaluran kredit perbankan menunjukkan performa yang lebih agresif dengan pertumbuhan mencapai 5,20% (yoy) atau menyentuh angka Rp42,72 triliun pada Desember 2025. Dari total portofolio kredit tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk Kredit Konsumsi (57%), diikuti Kredit Modal Kerja (26%), dan Kredit Investasi (17%).

Dukungan terhadap sektor UMKM juga tetap menjadi prioritas dengan struktur kredit yang didominasi oleh Kredit Mikro sebesar 57,3%, Kredit Kecil 34,2%, dan Kredit Menengah 8,5%. Adapun empat sektor ekonomi terbesar yang menyerap pendanaan ini meliputi sektor Rumah Tangga (63%), Perdagangan (20,2%), Pertanian (11,9%), dan Pertambangan (4,8%).

Meski ekspansi kredit terus berjalan, OJK Sultra memastikan tingkat risiko tetap berada dalam batas aman. Hal ini tercermin dari angka Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 1,24%, sementara rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada posisi 129,04%.

BACA JUGA :  HUT ke-20 Luwu Timur, PT Vale Kuatkan Sinergi dan Harmoni untuk Bumi Batara Guru Lebih Maju

Secara kewilayahan, Kota Kendari masih menjadi pusat perputaran dana terbesar dengan DPK senilai Rp24,47 triliun dan penyaluran kredit Rp20,39 triliun. Diikuti oleh Kabupaten Kolaka dengan DPK Rp6,43 triliun dan kredit Rp4,40 triliun, serta Kota Bau Bau dengan DPK Rp3,85 triliun dan kredit Rp3,96 triliun.

OJK Sultra berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan mendorong inklusi keuangan agar sektor jasa keuangan dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara merata dan berkelanjutan.