Lampaui Target Perda, Tenaga Kerja Lokal di PT Vale Blok Pomalaa Mencapai 72 Persen

oleh -82 Dilihat

kolaka, Berikabar.co  – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kedaulatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui laporan terbaru pada awal tahun 2026, perusahaan tambang nikel ini mencatatkan pencapaian signifikan dalam penyerapan tenaga kerja lokal di area pemberdayaan Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Berdasarkan data hingga Januari 2026, komposisi karyawan lokal di PT Vale Blok Pomalaa telah menyentuh angka 72 persen. Pencapaian ini secara resmi melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) mengenai pemberdayaan tenaga kerja lokal, yang mewajibkan rasio perbandingan 70:30 antara pekerja lokal dan luar daerah.

External Relations Officer PT Vale Indonesia, Adam Chalid, menegaskan bahwa isu penyerapan tenaga kerja lokal merupakan prioritas utama dalam manajemen sumber daya manusia perusahaan.

“Saat ini hanya tersisa 28 persen tenaga kerja yang berasal dari luar daerah, di mana sebagian besar mengisi posisi tenaga ahli dengan kualifikasi khusus,” terangnya saat ditemui di Kendari, Minggu (1/3/2026).

Guna menjaga konsistensi angka tersebut, PT Vale aktif melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan keahlian (skill gap) antara warga lokal dengan kebutuhan standar industri pertambangan global. Langkah ini diambil agar putra daerah tidak hanya mengisi posisi pendukung, tetapi juga mampu bersaing di level teknis yang lebih tinggi.

Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah melalui intensitas program pelatihan kerja yang dikembangkan secara mandiri maupun berkolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

Dengan tingginya angka penyerapan ini, PT Vale berharap keberadaan investasi di Blok Pomalaa dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi rumah tangga di sekitar area tambang. Ke depannya, perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal agar tercipta ekosistem industri yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Sekda Koltim Buka GPM Serentak Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia