Kendari, Berikabar.co – Pemerintah melalui Perum Bulog Sultra segera meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Tahap I alokasi Februari-Maret 2026. Program kali ini diprediksi mengalami peningkatan signifikan, di mana jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) secara nasional dikabarkan naik hampir dua kali lipat atau sekitar 80-90%.
Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, menjelaskan bahwa jika mengacu pada data tahun lalu sebanyak 187.000 PBP dan mengikuti proporsi kenaikan nasional, maka jumlah penerima di Sultra bisa mencapai 350.000 hingga 360.000 PBP.
“Kalau proporsional nasional naik 90%, berarti sekitar 350.000 PBP untuk Februari-Maret. Berarti sekitar 7.000 ton beras akan kita salurkan. Dan minyaknya, karena (alokasi) 2 liter, berarti sekitar 1,2 juta liter akan kita salurkan. Kami tinggal menunggu penugasan, persiapan kita sudah siap,” ungkap Benhur, Rabu (11/2/2026).
Selain fokus pada bantuan pangan, Bulog Sultra juga tengah bersiap menghadapi puncak panen raya yang diprediksi terjadi pada Maret hingga Mei mendatang. Benhur memaparkan target penyerapan gabah/beras petani lokal hingga Juni 2026 dipatok sebesar 90.000 ton dari total target tahunan 120.000 ton.
Sebagai langkah pengamanan harga di tingkat konsumen, Bulog Sultra juga akan terlibat aktif dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional yang akan diluncurkan pada 13 Februari 2026.
“Kami menerima hampir semua instansi melakukan GPM setiap hari mulai dari H-3 sampai dengan H+7 (Ramadan). Semua sudah ada jadwalnya untuk membantu suplai bahan pangan bagi masyarakat,” pungkasnya.





