Kendari, Berikabar.co – Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, bergerak cepat mengamankan kelancaran arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Fokus utama kebijakan tahun ini adalah meringankan beban masyarakat kepulauan melalui penyediaan ribuan tiket angkutan laut gratis serta memperketat pengawasan kelaikan armada transportasi.
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan, mengonfirmasi bahwa usulan mudik gratis tersebut telah mengantongi lampu hijau dari Kementerian Perhubungan RI.
“Kebijakan mudik gratis ini merupakan kelanjutan dari program yang digagas Bapak Gubernur sejak Lebaran tahun lalu, yang merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya yang berada di wilayah kepulauan,” jelas Rajulan, Rabu (25/2/2026).
Program strategis ini menyediakan kuota sebanyak 7.800 tiket gratis untuk rute pelayaran Kendari-Raha (PP) dan Kendari-Baubau (PP). Keempat armada kapal cepat yang disiagakan untuk melayani rute ini meliputi KM Express Bahari 6E, KM Express Bahari 5E, KM Express Cantika 168, dan KM Express Priscilia 88.
Selain subsidi ongkos perjalanan, Pemprov Sultra juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan. Pada Selasa (24/2), tim gabungan telah memulai Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Rampcheck) di Terminal Tipe A Puuwatu, Kendari.
“Meskipun Terminal Puuwatu secara kewenangan operasional berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sultra, namun pemprov merupakan leading sektor koordinasi dan pelaksanaan kegiatan rampcheck ini,” tambah Rajulan.
Pemeriksaan mencakup detail teknis seperti sistem pengereman, kemudi, ban, hingga kelengkapan darurat seperti APAR dan palu pemecah kaca. Secara administratif, dokumen seperti STNK, uji KIR, dan izin operasional juga diperiksa ketat guna memastikan kendaraan laik jalan. Sektor sumber daya manusia pun tak luput dari pengawasan; para pengemudi wajib memiliki SIM yang sesuai serta kondisi fisik dan mental yang prima.
Aksi kolaboratif ini melibatkan lintas instansi, mulai dari Polda Sultra untuk penegakan hukum hingga PT Jasa Raharja untuk jaminan perlindungan penumpang. Setelah Terminal Puuwatu, Dishub Sultra dijadwalkan kembali melakukan rampcheck pada Kamis (26/2) di Terminal Baruga.
Rajulan menegaskan bahwa keberhasilan mudik ini memerlukan kerja sama dari seluruh pihak, terutama pemilik armada.
“Kami mengimbau kepada seluruh operator angkutan umum untuk secara aktif mendukung pelaksanaan rampcheck dengan mempersiapkan kendaraan dan kelengkapan dokumen yang diperlukan. Dukungan dari operator sangat penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkeselamatan,” tutupnya.
Pemerintah berharap masyarakat proaktif dalam menjaga keselamatan dengan hanya memilih angkutan resmi dan segera melapor kepada petugas jika menemukan armada yang tidak memenuhi standar keselamatan.





