Kendari, Berikabar.co – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali memperkuat komitmen sosialnya dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan berkendara di kalangan generasi Z. Pada Jumat (23/1/2026), giliran puluhan pelajar di SMK Satria Kendari yang mendapatkan pembekalan intensif melalui program Safety Riding Education. Agenda ini merupakan langkah nyata Honda dalam mencetak pengendara muda yang lebih bertanggung jawab dan peduli di jalan raya.
Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, memimpin langsung sesi edukasi tersebut dengan metode komunikatif yang disesuaikan dengan keseharian remaja. Dalam paparannya, ditekankan bahwa mahir dalam mengendalikan motor saja tidak cukup; setiap pengendara wajib memiliki mentalitas yang tepat dan kemampuan mengambil keputusan yang cepat serta akurat guna menghindari potensi bahaya.
Sesi tersebut juga membedah berbagai perilaku berisiko yang sering menjangkiti pengendara usia sekolah, seperti hilangnya konsentrasi hingga kecenderungan mengabaikan rambu lalu lintas. Wanny mengajak para siswa untuk mengidentifikasi pemicu kecelakaan agar mereka lebih mawas diri dan mampu melakukan mitigasi risiko secara mandiri saat berkendara di tengah padatnya arus lalu lintas.
Aspek perlindungan diri menjadi materi yang tidak kalah penting. Para peserta diingatkan kembali bahwa mengenakan helm SNI, jaket, sarung tangan, dan sepatu bukan sekadar urusan estetika atau menghindari tilang, melainkan bentuk kewajiban terhadap keselamatan nyawa sendiri. Perlengkapan berkendara yang lengkap merupakan standar keamanan dasar yang tidak boleh ditawar.
Tercatat sekitar 50 siswa mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh antusias. Tingginya interaksi selama diskusi menunjukkan bahwa para pelajar SMK Satria Kendari memiliki ketertarikan besar untuk memahami situasi nyata yang mereka temui di jalan raya serta cara menghadapinya dengan aman.
Wanny menekankan bahwa pemahaman sejak dini adalah kunci dalam pembentukan etika berkendara yang baik bagi masyarakat di masa depan.
“Anak muda memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga penting untuk dibekali pemahaman yang benar sejak awal. Berkendara aman bukan hanya untuk menghindari kecelakaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pengguna jalan lain,” ungkap Wanny.
Melalui semangat kampanye #Cari_Aman, Asmo Sulsel berharap edukasi ini mampu mengubah pola pikir para siswa untuk menjadi garda terdepan keselamatan berkendara di lingkungan mereka. Program serupa akan terus digulirkan secara konsisten demi mewujudkan tatanan lalu lintas yang lebih tertib dan aman bagi semua.





