MATARAM – Puncak pelaksanaan Training of Fasilitator (TOF) Bela Negara Tahun 2026 di Mako Bela Negara Rumpin, Bogor, menjadi momentum istimewa. Tiga peserta terbaik resmi menerima penghargaan atas dedikasi, disiplin, kepemimpinan, serta komitmen luar biasa yang ditunjukkan selama 20 hari masa pendidikan dan pelatihan.
Penghargaan prestisius tersebut diberikan langsung oleh Kepala Pusat Bela Negara, Brigjen TNI Ferry Trisnaputra. Ketiga peserta yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik adalah Sani Sinarsana Kisit asal Malang, Dr. Hj. Irma Irayanti dari IAIN Kendari, serta Dr. Sudirman Dandu asal Palu.
Ketiganya dinilai berhasil menunjukkan kualitas kepemimpinan dan kemampuan fasilitasi yang menonjol. Selain unggul secara akademik, mereka tampil konsisten dalam aspek kedisiplinan, kerja sama tim, serta memberikan kontribusi aktif dalam setiap sesi pelatihan yang berlangsung dinamis.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Ferry Trisnaputra menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan amanah besar untuk terus menyalakan api kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
“Peserta terbaik bukan berarti selesai setelah menerima penghargaan, tetapi justru memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjadi teladan dan agen perubahan di daerah masing-masing,” tegas Ferry Trisnaputra.
Lebih lanjut, Ferry menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta TOF Bela Negara Angkatan I Tahun 2026. Ia memandang seluruh lulusan sebagai aset bangsa yang siap menjadi obor semangat bela negara di seluruh penjuru Indonesia.
Bagi Dr. Hj. Irma Irayanti, penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk memperkuat peran akademisi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kampus. Senada dengan itu, Sani Sinarsana Kisit dan Dr. Sudirman Dandu juga menegaskan komitmen mereka untuk membawa semangat bela negara ke ruang pengabdian masing-masing.
Momentum penghargaan ini menjadi penanda penting bahwa TOF Bela Negara bukan sekadar ruang pelatihan teknis, melainkan kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin-pemimpin baru. Mereka diharapkan mampu memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan yang edukatif, kolaboratif, dan inspiratif di daerah asal mereka masing-masing.





