Investor Sultra Tumbuh Pesat, OJK Sulawesi Tenggara Ingatkan Prinsip 2L di Sekolah Pasar Modal Syariah

oleh -175 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Dalam upaya membentengi masyarakat dari ancaman investasi bodong, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah. Bertempat di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari pada Rabu (21/1/2026), kegiatan edukatif ini menyasar 76 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kemenag sebagai peserta utama.

Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sulawesi Tenggara, Desiyani Patra Rapang, yang hadir mewakili Kepala OJK Sultra, mengungkapkan fakta menggembirakan mengenai antusiasme investasi di wilayah ini. Data per November 2025 mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tenggara melonjak hingga 157.693 rekening, atau tumbuh drastis sebesar 40,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).

“Pertumbuhan investor yang signifikan di Sulawesi Tenggara merupakan sinyal positif bagi penguatan inklusi keuangan daerah. Namun demikian, peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal juga harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai terkait risiko dan keamanan berinvestasi,” ujar Desiyani.

Urgensi edukasi ini kian mendesak mengingat data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melaporkan total kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sultra menembus Rp21,8 miliar. Kota Kendari sendiri menjadi titik panas dengan 579 laporan dan kerugian mencapai Rp10,7 miliar. Menghadapi tren ini, OJK menekankan prinsip 2L (Legal dan Logis); masyarakat wajib memastikan legalitas lembaga serta bersikap kritis terhadap imbal hasil yang tidak masuk akal demi menghindari skema ponzi maupun penipuan berkedok duplikasi perusahaan resmi.

Dukungan penuh disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni. Beliau mengapresiasi inisiatif strategis ini sebagai langkah konkret meningkatkan pemahaman keuangan berbasis syariah di kalangan pegawai pemerintah agar mampu mengelola aset secara aman dan produktif.

BACA JUGA :  Dorong Pengembangan Wisata di Konawe Utara, Labengki Didaulat jadi Desa QRIS

Sementara itu, Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi calon investor muslim. Ia memastikan bahwa seluruh instrumen di pasar modal syariah telah melewati filter ketat terkait operasional usaha maupun rasio keuangan sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan pengawasan OJK.

Program Sekolah Pasar Modal Syariah ini merupakan bagian dari implementasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kendari. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mengubah perilaku keuangan masyarakat dari sekadar ikut-ikutan menjadi investor yang cerdas, sehingga dapat berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.