Hilirisasi Nikel Berbasis ESG: Direktur MIND ID Apresiasi Tata Kelola dan Disiplin Proyek PT Vale di Pomalaa

oleh -251 Dilihat

Pomalaa, Berikabar.co — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus membuktikan komitmennya dalam mempercepat penguatan hilirisasi nikel nasional di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Melalui penerapan tata kelola yang disiplin dan berstandar internasional, proyek ini menunjukkan kemajuan fisik yang pesat di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

Kemajuan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID) saat melakukan kunjungan lapangan ke unit Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) dan area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL). Saat ini, sejumlah infrastruktur utama, sistem logistik pelabuhan, hingga struktur awal proses utilitas telah terpasang, menandakan kesiapan teknis proyek untuk memasuki tahapan pengembangan yang lebih kompleks.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengaku terkesan dengan kecepatan pembangunan fasilitas HPAL PT Vale yang kini progresnya mulai terlihat secara nyata di lapangan.

“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy Badrujaman.

Tedy menekankan bahwa keberadaan proyek HPAL di Pomalaa merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam mengoptimalkan potensi bijih nikel jenis limonit. Dengan perencanaan yang matang serta pemilihan mitra yang tepat, ia optimis proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi industri nikel tanah air.

“PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, terutama limonit. Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahnya.

Selain aspek teknis, MIND ID juga menyoroti konsistensi PT Vale dalam menjunjung tinggi prinsip good mining practices. Disiplin dalam mematuhi regulasi administratif dan kehati-hatian dalam manajemen risiko dinilai sebagai bukti kuatnya penerapan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan kerja PT Vale.

BACA JUGA :  PLN Sukseskan Rangkaian HUT ke-78 RI dengan Kualitas Listrik Terbaik

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” tegas Tedy.

Investasi strategis di IGP Pomalaa ini dirancang bukan hanya untuk menciptakan nilai tambah bagi perseroan, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Melalui sinergi yang kuat antara percepatan pembangunan dan kepatuhan administratif, PT Vale berkomitmen membangun industri nikel Indonesia yang berdaya saing global, aman, dan berkelanjutan bagi masa depan.