Imigrasi Kendari Kembali Raih Peringkat 1 Nasional Program Desa Binaan Imigrasi Teraktif

oleh -80 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kendari kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih peringkat pertama sebagai satuan kerja paling aktif dalam pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi. Capaian tersebut diraih sejak 2025 hingga pertengahan 2026 sebagai bentuk komitmen memperkuat fungsi keimigrasian hingga ke tingkat desa.

Hingga pertengahan 2026, Kantor Imigrasi Kendari telah menetapkan sebanyak 57 Desa Binaan Imigrasi yang tersebar di dua kabupaten, yakni 51 desa di Kabupaten Konawe dan enam desa di Kabupaten Kolaka. Program tersebut didukung oleh delapan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), terdiri atas enam petugas di Konawe dan dua petugas di Kolaka yang secara aktif melakukan pembinaan serta pendampingan kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, berbagai kegiatan dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari edukasi mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), hingga kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pengecatan fasilitas umum di desa binaan serta pemeriksaan kesehatan bagi warga.

Selain memberikan edukasi, program Desa Binaan Imigrasi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan terhadap keberadaan orang asing di lingkungan masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian.

Dalam pelaksanaannya, para PIMPASA berkolaborasi dengan pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang berkaitan dengan keberadaan orang asing di wilayah desa binaan. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan program Desa Binaan Imigrasi merupakan bentuk nyata kehadiran layanan keimigrasian di tengah masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan berbasis partisipasi warga.

BACA JUGA :  Perkuat Literasi Dini, BI Sultra Distribusikan Buku Cerita Dwibahasa 'CBP Rupiah' ke Sekolah Dasar

“Desa Binaan Imigrasi tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan memperkuat pengawasan berbasis masyarakat. Sinergi antara PIMPASA, pemerintah desa, serta aparat keamanan menjadi kunci dalam mencegah potensi pelanggaran keimigrasian,” ujarnya.

Muhammad Novrian Jaya mengungkapkan, keberhasilan program tersebut turut mengantarkan Kantor Imigrasi Kendari kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Tidak hanya itu, lima pegawai Imigrasi Kendari juga tercatat sebagai PIMPASA paling aktif dalam pelaporan kegiatan Desa Binaan Imigrasi sepanjang 2026.

“Sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026, Kantor Imigrasi Kendari berhasil meraih peringkat pertama nasional sebagai satuan kerja paling aktif dalam pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi. Selain itu, pada tahun 2026, lima pegawai Imigrasi Kendari juga masuk dalam jajaran PIMPASA paling aktif dalam pelaporan kegiatan Desa Binaan Imigrasi,” ungkapnya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kendari berkomitmen memperkuat pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi guna mempertahankan capaian sebagai satuan kerja teraktif di tingkat nasional. Program tersebut juga akan terus ditingkatkan agar pembinaan, pelayanan, dan pengawasan keimigrasian semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

Pelaksanaan Program Desa Binaan Imigrasi sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui program “Imigrasi untuk Rakyat” yang menekankan pentingnya kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pelayanan yang inklusif, edukatif, serta penguatan fungsi pengawasan berbasis partisipasi masyarakat.