Makassar, Berikabar.co – Dewan Komisaris dan Komite PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan lapangan strategis untuk meninjau Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Makassar. Fokus kunjungan kali ini adalah Sekolah Anak Percaya Diri (SAPD), sebuah inisiatif pendidikan inklusif yang dikelola oleh Integrated Terminal (IT) Makassar di Kelurahan Patingalloang.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan dampak jangka panjang dan selaras dengan prinsip berkelanjutan. Delegasi dipimpin oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Condro Kirono, didampingi jajaran Komite Audit serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko.
Rombongan melihat langsung proses pembelajaran karakter dan berdialog dengan anak-anak di kawasan pesisir yang menjadi peserta program. Condro Kirono menekankan bahwa SAPD adalah manifestasi nyata dari peran BUMN dalam mempersempit kesenjangan sosial melalui pendidikan.
“Program ini selaras dengan komitmen Pertamina terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Kami melihat langsung dampak positif program ini dalam membangun karakter dan rasa percaya diri anak-anak sejak dini,” ujar Condro Kirono.
Ia juga menegaskan bahwa nilai utama dari operasional Pertamina tidak hanya terletak pada distribusi energi, tetapi juga pada nilai tambah yang dirasakan oleh warga sekitar.
“Melalui SAPD, Pertamina Patra Niaga tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa keberadaan operasional perusahaan harus memberi nilai tambah sosial bagi lingkungan sekitar,” tegas Condro.
Perubahan positif ini sangat dirasakan oleh para penggerak di lapangan. Eni Nuraeni, pendiri Sekolah Anak Percaya Diri, menceritakan bagaimana dukungan Pertamina telah mengubah cara pandang anak-anak di wilayah padat penduduk tersebut terhadap masa depan mereka.
“Pendampingan dari Pertamina memberi dampak besar bagi anak-anak kami. Mereka yang sebelumnya kurang percaya diri kini berani tampil, berani berbicara, dan memiliki mimpi. Program ini bukan hanya tentang belajar, tetapi tentang masa depan,” ungkap Eni Nuraeni.
SAPD sendiri merupakan pilar utama TJSL IT Makassar yang dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas SDM sejak usia dini di wilayah pesisir. Melalui kunjungan ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap langkah bisnisnya, memastikan bahwa energi yang disalurkan juga membawa energi kepercayaan diri bagi generasi masa depan.





