Dukung Asta Cita Prabowo, Dewan Komisaris Pertamina Dorong RSOJ Makassar Jadi Pusat Rujukan Indonesia Timur

oleh -193 Dilihat

Makassar, Berikabar.co – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) memperkuat fungsi pengawasan dan sinergi bisnis melalui kegiatan management walkthrough di Rumah Sakit Otak dan Jantung (RSOJ) Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini bertujuan memastikan kualitas layanan kesehatan Pertamina Group selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat sistem kesehatan di kawasan Indonesia Timur.

Delegasi dipimpin oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Condro Kirono, didampingi jajaran Komite Audit serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko. Kehadiran jajaran petinggi ini sekaligus mengawal implementasi visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berdaya saing.

Condro Kirono menekankan bahwa inovasi teknologi dan kepuasan pasien adalah fondasi utama agar RSOJ Pertamina Makassar dapat bersaing di industri kesehatan modern.

“RSOJ perlu memastikan penggunaan teknologi dan peralatan medis terbaik serta mampu menghadirkan patient experience yang unggul, sehingga semakin dipercaya dan dikenal masyarakat,” ujar Condro.

Kinerja operasional rumah sakit yang berlokasi strategis di dekat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini mendapat catatan positif. Meskipun tidak berada di pusat kota, tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) menunjukkan tren yang menggembirakan. Hal ini dinilai oleh Komite Audit Pertamina, Mohammad Imran Zulkarnain Duki, sebagai bukti nyata kepercayaan publik.

Lebih jauh, ia melihat peluang besar bagi Makassar untuk bersaing di kancah internasional melalui konsep wisata medis.

“Saya senang melihat tingkat okupansi pasien yang cukup tinggi, meskipun lokasi rumah sakit tidak berada di pusat kota. Adanya potensi pengembangan medical tourism dengan memanfaatkan keunggulan pariwisata Kota Makassar serta biaya layanan kesehatan yang relatif terjangkau bagi pasien mancanegara,” jelas Mohammad Imran.

BACA JUGA :  Astra Motor Sulsel Perkuat Kompetensi Instruktur Jelang AHSRIC 2025

Sementara itu, Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko, Muhammad Arfan, menyoroti keberlanjutan bisnis RSOJ yang sangat potensial, terutama dalam melayani pasar captive dari sektor migas dan pertambangan di Sulawesi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur Komersial PT Pertamina Bina Medika IHC, dr. Harmeni Wijaya, MD, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjadikan RSOJ Makassar sebagai mercusuar layanan otak dan jantung.

“Kami terus meningkatkan teknologi medis, kompetensi SDM, serta mengembangkan layanan unggulan agar RSOJ dapat berkontribusi optimal bagi Pertamina Group dan sistem kesehatan nasional,” jelas Harmeni.

Kunjungan ini diakhiri dengan penegasan komitmen Pertamina dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) serta memastikan pemerataan akses kesehatan yang bermutu tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.