PT Vale Tingkatkan Kemitraan Strategis di Morowali: Komunikasi Terbuka dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal

oleh -334 Dilihat

Morowali, Berikabar.co — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya untuk memastikan partisipasi dan penerimaan masyarakat lokal di wilayah operasionalnya, khususnya di Proyek Bahodopi, Morowali. Komitmen ini diwujudkan melalui mekanisme komunikasi yang berkelanjutan, fokus pada penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal yang terintegrasi.

Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan pendekatan yang formal maupun informal.

“Kami secara berkala mengadakan pertemuan rutin dengan masyarakat, tokoh adat, dan pemangku kepentingan lokal baik lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan secara formal maupun informal untuk membahas berbagai program dan kemitraan strategis,” ungkap Wafir.

Wafir menambahkan, untuk mempermudah masyarakat menyampaikan aspirasi dan keluhan, PT Vale telah menyediakan kantor layanan khusus. “Kami juga memiliki sebuah kantor layanan masyarakat yang dinamakan Rumah Grievance yang beralamat di Desa Bahomotefe, Bungku Timur. Di tempat ini, masyarakat dapat secara langsung menyampaikan pertanyaan, keluhan, atau saran melalui diskusi terbuka dan dialog yang konstruktif,” tambahnya.

Prioritas Rekrutmen dan Penguatan SDM Lokal

Terkait isu penyerapan tenaga kerja, PT Vale memastikan adanya skema prioritas untuk masyarakat di sekitar lokasi proyek. Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen pemberdayaan.

“Kami memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal sebagai wujud komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar. Untuk mendukung upaya ini, perusahaan menjalin kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat terkait pemasangan lowongan kerja pada situs Dinas Tenaga Kerja. Selain itu lowongan kerja juga dipasang di setiap lokasi 13 desa pemberdayaan. Proses rekrutmen dilakukan secara bertahap dimulai dari seleksi lokal terlebih dahulu,” jelas Wafir.

Untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan proyek, Wafir menekankan bahwa pengembangan SDM telah ditempatkan sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Program pengembangan mencakup dua aspek, yaitu SDM internal (karyawan dan mitra kerja) dan pemberdayaan masyarakat eksternal, khususnya generasi muda.

BACA JUGA :  Cegah Kecelakaan Dini, Asmo Sulsel Genjot Kampanye Safety Riding untuk Siswa SMKN 2 Pangkep

“Sementara itu, bagi masyarakat umum, PT Vale aktif menyelenggarakan pelatihan vokasi, kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan, sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” kata Wafir.

Beberapa program pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan antara lain:

  • Program pelatihan keterampilan kerja (vokasional) bagi angkatan kerja lokal di bidang kelistrikan, pengelasan, dan komputer dasar.

  • Pelatihan Persiapan Dunia Kerja, seperti Teknik Wawancara, Dasar Psikotes, dan Penyusunan CV.

  • Pendidikan kesetaraan (Paket B dan C) bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan PKBM Bumi Nikel.

  • Seminar Growth Mindset bagi Angkatan Kerja Lokal, termasuk pengenalan AI dalam produktivitas.

  • Program magang dan pelatihan industri untuk lulusan SMK dan perguruan tinggi, guna menjembatani antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

  • Pelatihan K3 dan pelatihan teknis operasional untuk seluruh pekerja di proyek, termasuk kontraktor dan subkontraktor.

Melalui langkah-langkah terstruktur ini, PT Vale bertekad tidak hanya menjalankan proyek dengan integritas, tetapi juga meninggalkan warisan kapasitas SDM yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat Morowali. (Adv)