Aset dan Kredit Naik, OJK Sebut Perbankan Sultra Berada pada Tren Positif

oleh -167 Dilihat

Kendari, Berikabar.co –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara melaporkan bahwa sektor perbankan  mencatat kinerja positif hingga September 2025. Hal itu disampaikan oleh Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, dalam kegiatan Bincang Jasa Keuangan (BIJAK) bersama media.

Berdasarkan data yang dipaparkan, aset perbankan Sulawesi Tenggara tumbuh mencapai Rp60,24 triliun atau naik 3,12% YoY, menandakan intermediasi yang berjalan sehat. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat peningkatan stabil sebesar 2,56% YoY dengan total Rp33,12 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat menjadi Rp41,72 triliun, tumbuh 5,07% YoY dan menunjukkan geliat aktivitas ekonomi masyarakat.

Bismi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan indikator penting bahwa sektor perbankan di Sultra memasuki fase pertumbuhan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

“Perbankan di Sulawesi Tenggara menunjukkan performa yang positif sepanjang 2025. Pertumbuhan aset, stabilnya penghimpunan dana, dan meningkatnya penyaluran kredit menandakan fungsi intermediasi berjalan baik dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujar Bismi.

Ia menjelaskan bahwa tren pertumbuhan kredit—baik konsumtif maupun produktif—memberi sinyal pemulihan daya beli dan aktivitas usaha di berbagai daerah. Menurutnya, arah positif ini diharapkan terus berlanjut hingga 2026, seiring program penguatan inklusi dan edukasi keuangan yang dijalankan OJK.

Bismi juga menambahkan bahwa kinerja perbankan yang sehat menjadi fondasi penting bagi percepatan ekonomi daerah, terutama dalam mendukung UMKM dan sektor produktif lainnya.

“Kami akan terus mendorong perbankan di Sultra agar menjaga intermediasi secara optimal, memperluas akses pembiayaan, dan memastikan layanan kepada masyarakat berjalan dengan tata kelola yang baik,” tambahnya.

Dengan capaian pertumbuhan di seluruh indikator utama—aset, DPK, dan kredit, OJK Sultra optimistis stabilitas sektor keuangan akan tetap terjaga dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  LPS: Indeks Menabung Konsumen Menurun di September 2025, Dipengaruhi Kenaikan Pengeluaran Rumah Tangga