Analisis Dr. Syamsir Nur: Harmonisasi RPJMD dan Kenaikan PAD Jadi Tonggak Keberhasilan Setahun ASR-Hugua

oleh -167 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Menandai satu tahun masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), ASR-Hugua, Pengamat Ekonomi Dr. Syamsir Nur memberikan catatan positif terkait performa ekonomi dan tata kelola pemerintahan di Bumi Anoa. Menurutnya, kepemimpinan duet ini berhasil meletakkan “kompas” kebijakan yang tepat melalui harmonisasi program prioritas dengan RPJMD Sultra 2025-2029.

Dr. Syamsir Nur mengatakan keberhasilan pemetaan masalah mendasar yang dilakukan pemerintah provinsi, khususnya pada penguatan infrastruktur dan sektor pertanian. Hal ini terbukti mampu memicu mobilitas dan produktivitas ekonomi daerah.

Performa Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi

Satu pencapaian yang paling menonjol adalah lompatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 27,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Syamsir menilai ASR-Hugua memiliki komitmen kuat dalam menjaga kualitas belanja daerah (quality spending).

“Meski ruang fiskal sempit dan diperhadapkan kebijakan efisiensi pemerintah pusat, saya melihatnya ASR-Hugua memiliki komitmen untuk memanfaatkan belanja pada setiap rupiah anggaran APBD Sultra,” ungkap Dr. Syamsir Nur.

Dampaknya terlihat pada angka pertumbuhan ekonomi Sultra tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,79 persen, meningkat dari tahun sebelumnya (5,40 persen) dan konsisten berada di atas rata-rata nasional. Secara regional, Sultra kini menjadi penyumbang ekonomi terbesar ketiga di Sulawesi setelah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Kesejahteraan dan Penekanan Angka Kemiskinan

Kebijakan intervensi sosial juga menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan di Sultra tahun 2025 berhasil ditekan menjadi 10,54 persen. Syamsir mencatat adanya kenaikan belanja bantuan sosial sebesar Rp22,08 miliar dan belanja subsidi yang naik 13,97 persen.

Namun, tantangan muncul pada sektor ketenagakerjaan, di mana angka pengangguran naik 3,33 persen. Syamsir menganalisis hal ini terjadi karena adanya ketimpangan antara suplai lulusan pendidikan dengan ketersediaan lapangan kerja yang sesuai.

BACA JUGA :  Iritnya Toyota Hybrid Bikin Lupa Isi Bensin, Jadi Pilihan Utama Kawal Mudik Aman

Rekomendasi dan Tantangan Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua, Dr. Syamsir Nur merekomendasikan agar pemerintah fokus pada hilirisasi komoditas pertanian dan penguatan konektivitas darat-pulau. Ia juga menegaskan perlunya inovasi dari para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kepala OPD perlu inovasi—tidak hanya berpola BAU (business as usual)—kegiatan berjalan tanpa strategi dan intervensi baru,” tegasnya.

Selain itu, Syamsir mengingatkan tantangan disparitas ekonomi antara wilayah daratan (72,55 persen) dan kepulauan (27,45 persen) yang masih lebar. Kemandirian fiskal yang saat ini berada di angka 33,46 persen juga perlu terus ditingkatkan melalui transformasi aset dan optimalisasi BUMD seperti Bank Sultra dan Perumda Aneka Usaha.

Dengan integritas dan responsivitas birokrasi yang mulai membaik, Dr. Syamsir Nur optimis Sultra mampu menghadapi tantangan global tahun depan jika komitmen tata kelola bersih tetap dijaga sebagai fondasi utama.