Wujud Tanggung Jawab atas Insiden Pipa Bocor, PT Vale Serahkan Biaya Penanggulangan Dampak di Towuti

oleh -240 Dilihat

Towuti, Berikabar.co — Sebagai perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (bagian dari Mining Industry Indonesia/MIND ID) menegaskan komitmennya dalam menghadapi insiden kebocoran pipa minyak dengan solusi yang bertanggung jawab, transparan, dan berkeadilan. Perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melaksanakan ‘Seremonial Penyerahan Simbolis Biaya Penanggulangan Dampak’ kepada masyarakat yang terdampak di Aula Kantor Camat Towuti, Kamis (2/10/2025).

Penyerahan tersebut dilakukan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi oleh Chief Operations and Infrastructure Officer (COIO) PT Vale, Abu Ashar. Simbolis kompensasi diberikan kepada enam perwakilan masyarakat dari Desa Lioka dan Timampu. Seremoni ini menandai kelanjutan dari langkah pemulihan yang telah dilakukan PT Vale sejak hari pertama insiden terjadi pada 23 Agustus 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa pemberian kompensasi dilakukan setelah melalui proses identifikasi, verifikasi lapangan, dan klasifikasi dampak yang melibatkan Pemda, dinas teknis, serta tim ahli independen. “Penerima kompensasi hari ini adalah mereka yang datanya sudah final dari hasil verifikasi. Targetnya seluruh kompensasi dapat diselesaikan bulan ini agar tidak terjadi bias informasi. Kami ingin memastikan setiap warga terdampak menerima haknya sesuai klasifikasi yang disepakati bersama,” ujarnya.

Skema kompensasi dirancang menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengukur tingkat dampak (rendah, sedang, dan tinggi) terhadap sawah, kebun, ternak, empang, dan sumber air. Pendekatan ini memastikan proses yang adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Abu Ashar menegaskan bahwa kompensasi hanyalah salah satu bagian dari upaya pemulihan menyeluruh. “Penyerahan simbolis ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen panjang PT Vale dalam bertanggung jawab atas insiden ini. Kami berkomitmen menjalankan pemulihan secara adil, berkelanjutan, dan berbasis solusi nyata,” jelasnya.

BACA JUGA :  Optimalkan Ekspor Langsung, Gubernur Andi Sumangerukka Dorong Perbaikan Jalan dan Pemanfaatan Pelabuhan

Langkah pemulihan yang dilakukan PT Vale mencakup pembersihan sungai, drainase, dan lahan pertanian yang terdampak, pemantauan kualitas air dan tanah bersama tim ahli profesional, serta kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Pihak-pihak yang terlibat antara lain Pemda Luwu Timur, Satgas Bupati, DLH, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, TNI/Polri, DPRD Lutim, Camat Towuti, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Kerja sama lintas pihak ini bertujuan mempercepat pemulihan ekosistem Towuti sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Ali Bastian Wualah Bantoto, seorang petani dari Desa Lioka, menyampaikan apresiasi atas tanggapan cepat PT Vale. “Saat melaporkan sawah saya yang terdampak, perusahaan langsung merespons dengan diskusi terbuka. Itu bukti nyata tanggung jawab mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Aroyos, peternak sapi dari Desa Lioka, juga menyampaikan kepuasannya. “Seekor sapi saya mati akibat air sungai yang terkena tumpahan minyak. Laporan saya segera ditindaklanjuti hingga akhirnya diselesaikan melalui kompensasi. Saya menghargai komitmen PT Vale yang responsif dan serius,” tuturnya.

Selain penyerahan simbolis, kegiatan ini juga memastikan bahwa dialog terbuka antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan tetap terjalin agar proses pemulihan dapat berjalan secara inklusif.

Menguatkan komitmen ini, PT Vale bersama Pemda Luwu Timur menegaskan bahwa pembayaran kompensasi akan dilanjutkan secara bertahap sesuai hasil verifikasi lapangan hingga seluruh warga terdampak menerima haknya secara penuh.

Adapun perwakilan masyarakat yang menerima kompensasi secara simbolis adalah Ali Bastian Wualah Bantoto (Petani dari Desa Lioka), Alpius Samuda (Petani dari Desa Lioka), Aroyos (Peternak Sapi dari Desa Lioka), Tasdino (Nelayan Bubu dari Desa Timampu), dan Harmin (Nelayan Bubu dari Desa Timampu).