PT Vale Perkuat Komitmen Lingkungan Melalui Proyek IGP di Morowali

oleh -464 Dilihat

Morowali, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan nikel yang mengedepankan keberlanjutan. Melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali, perusahaan ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Proyek ini menjadi salah satu pilar utama PT Vale dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan transisi menuju energi hijau. Keberlanjutan menjadi nilai inti yang diterapkan dalam setiap tahapan operasional, mulai dari penambangan hingga pascaproduksi.

Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali, menjelaskan bahwa strategi pengelolaan limbah di proyek ini diterapkan secara terstruktur dan terukur. Langkah-langkah ini disesuaikan dengan jenis limbah yang dihasilkan untuk memastikan penanganan yang efektif.

“Strategi pengelolaan limbah di proyek ini kami terapkan melalui pendekatan yang terstruktur, disesuaikan dengan jenis limbah yang dihasilkan,” jelas Wafir.

Lanjutnya, ntuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), penanganannya mengikuti prosedur yang sangat ketat. Limbah ini terlebih dahulu disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS LB3) yang telah mendapatkan izin resmi.

“Kemudian, kami melakukan pengangkutan secara berkala melalui pihak pengangkut berizin, menuju fasilitas pemusnahan limbah B3 di PPLI (Prasadha Pamunah Limbah Industri),” tambahnya.

Sementara itu, untuk sampah non-B3, prosesnya dimulai dengan pemilahan ketat. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, yaitu organik, anorganik, dan residu.

Selama fase konstruksi proyek, sampah yang dihasilkan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morowali.

Penanganan ini bersifat sementara, hingga fasilitas pengolahan internal berbasis pemanfaatan limbah milik PT Vale siap beroperasi. Hal ini menunjukkan adanya rencana jangka panjang perusahaan untuk mengelola sampah secara mandiri.

BACA JUGA :  Keseriusan  PT Vale Menuju Masa Depan Rendah Emisi

Selain pengelolaan limbah, PT Vale juga memiliki program restorasi dan rehabilitasi lingkungan yang komprehensif. Salah satu metodenya adalah konservasi tanaman lokal dengan metode rootball atau gali akar.

“Sebanyak 2.000 batang tanaman lokal, dengan spesifikasi tinggi kurang dari 2,5 meter dan keliling batang kurang dari 5 cm, kami konservasi dengan metode rootball,” jelas Wafir.

Tujuannya adalah untuk memperkaya jenis tanaman lokal pada area reklamasi dan revegetasi, yang akan mempercepat proses suksesi alami dan pembentukan tegakan hutan yang stabil.

Program lainnya adalah penataan lahan dan revegetasi pada area bukaan lahan non-Vale seluas 19,3 hektar. Tahapannya mencakup perbaikan bentang alam, perbaikan sistem hidrologi dan kontur, penaburan tanah lapisan atas (top soil), hingga penanaman bibit pohon pionir dan penanaman covercrops.

PT Vale juga mengoperasikan fasilitas pembibitan yang canggih. Sebelum pembukaan lahan, benih dan bibit alami dipanen untuk diperbanyak di fasilitas persemaian (nursery).

“Selain bibit lokal, kami juga memperkenalkan jenis-jenis pionir, khususnya jenis yang tumbuh cepat (fastgrowing) untuk mempercepat penutupan tajuk dan terbentuknya hutan sekunder,” terang Wafir. Target produksi bibit pada tahun 2025 adalah sekitar 100.000 batang, dengan kapasitas maksimal 700.000 batang per tahun pada fase operasional.

Metode revegetasi lain yang digunakan adalah hydroseeding, yang diterapkan pada area dengan kemiringan lebih dari 33 derajat. Tahapan kegiatannya meliputi penaburan jerami, pemasangan Jute Net, penaburan benih covercrops perintis, dan penaburan benih dengan truk hydroseeder.

“Saat ini, fokus kegiatan ini adalah jalan tambang, bertujuan untuk mereduksi debu akibat aktivitas pengangkutan dan mengendalikan erosi guna mengurangi kekeruhan air limpasan,” imbuh Wafir.

Selain itu, PT Vale juga melakukan studi dan pemantauan keanekaragaman hayati berkolaborasi dengan akademisi dan lembaga pemerhati lingkungan. Hasil studi akan menjadi dasar penyusunan dokumen-dokumen penting seperti Biodiversity Management Plan.

BACA JUGA :  Lanud Haluoleo Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Personel dan Masyarakat

Untuk kawasan pesisir, PT Vale juga memiliki program studi dan transplantasi terumbu karang. Program ini bertujuan untuk menyusun rancangan teknis yang sesuai dengan kondisi sosial dan biofisik pesisir di sekitar area operasional PT Vale.

Target dari program ini adalah kegiatan transplantasi yang terintegrasi, termasuk rehabilitasi padang lamun (sea gras) dan rehabilitasi mangrove. Bibit yang digunakan diproduksi di persemaian PT Vale di Blok Morowali.

“Kami terus berkomitmen untuk tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wafir.

Proyek IGP Morowali menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan yang kuat.