Sultra Capai 100 Persen Target Pembentukan Koperasi Merah Putih: Desa Napa Jadi Contoh Nasional

oleh -409 Dilihat

Buton Tengah, Berikabar.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengikuti secara daring peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia pada Senin, 21 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti Gubernur dari Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.

Kegiatan peluncuran berskala nasional ini diselenggarakan secara virtual dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam momen simbolis tersebut, Presiden menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya operasional kelembagaan koperasi secara resmi.

Program ini merupakan implementasi dari Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo, yang fokus pada penguatan ekonomi lokal sebagai upaya strategis mengurangi angka kemiskinan, dimulai dari level desa dan kelurahan.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa koperasi adalah wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun ekonomi masyarakat. Ia menggambarkan koperasi seperti “lidi” yang apabila disatukan, akan menjadi kekuatan besar.

“Satu koperasi mungkin lemah, tapi jika saling terhubung akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Ini bagian dari strategi kemandirian ekonomi dan pemerataan pembangunan,” kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa koperasi akan difungsikan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, seperti obat generik murah, bahan pangan, layanan keuangan mikro, dan fasilitas penyimpanan hasil pertanian dan perikanan di desa.

“Setiap desa nanti akan punya gudang, pendingin untuk ikan, greit sembako, greit simpan pinjam, bahkan apotek yang menjual obat generik. Untuk masyarakat yang tidak mampu, akan kita upayakan untuk mendapatkannya secara gratis,” tambah Presiden.

Peluncuran ini turut diwarnai dengan penyerahan simbolis, seperti:

  1. Sertifikat hak kekayaan intelektual logo Koperasi Merah Putih kepada Menteri Hukum;

  2. Surat keputusan badan hukum koperasi kepada para ketua koperasi;

  3. Hibah obat-obatan dari Kementerian Pertahanan kepada Kementerian Koperasi.

BACA JUGA :  Gelar UMKM Sultra Expo, BI Harap Pelaku UMKM Naik Kelas

Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Satgas Koperasi Merah Putih, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa hingga kini telah terbentuk 80.081 koperasi desa secara legal, dan 108 koperasi telah siap beroperasi sebagai koperasi percontohan Merah Putih.

“Target kita selanjutnya adalah memastikan selama tiga bulan ke depan, seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih telah beroperasi di desa dan kelurahan masing-masing. Kami percaya dalam 3–4 tahun ke depan, bersama program menggulung Bapak Presiden lainnya, akan tumbuh sentra-sentra ekonomi baru di desa,” ujar Zulhas.

Setelah peluncuran, Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Pangan menyapa secara daring perwakilan koperasi dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang mengikuti dari Koperasi Merah Putih Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah.

Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Sultra telah membentuk 2.285 unit Koperasi Merah Putih yang tersebar merata di seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya. Ini menandakan pencapaian 100 persen dari target pembentukan koperasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Seluruh target pembentukan Koperasi Merah Putih di Sulawesi Tenggara telah kami penuhi secara keseluruhan. Ini merupakan bentuk nyata komitmen dan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung penuh program strategis nasional Presiden RI dalam penguatan ekonomi rakyat berbasis desa,” jelas Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Presiden kepada Sultra, khususnya Desa Napa, yang telah ditunjuk sebagai salah satu dari 108 koperasi percontohan tingkat nasional.

Ia menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih Desa Napa telah resmi berdiri sejak 19 Mei 2025 melalui musyawarah masyarakat. Saat ini koperasi tersebut memiliki 50 anggota aktif, dikelola oleh tujuh pengurus dan tiga pengawas, serta telah bermitra dengan berbagai pihak seperti BRILink. Layanan koperasi meliputi pembayaran listrik, penjualan LPG dan pupuk, serta distribusi produk Bulog.

BACA JUGA :  Pemulangan Jemaah Haji Dimulai, PPIH Imbau Jaga Kesehatan dan Patuhi Aturan Barang Bawaan

“Terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, para pimpinan daerah, serta seluruh pengurus Koperasi Merah Putih. Saya ucapkan selamat, laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Presiden.

Dalam wawancaranya usai peluncuran virtual, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak baru dalam roda perekonomian desa sekaligus membuka lapangan kerja.

“Kita bagian dari 108 koperasi mockup yang sudah operasional. Tujuannya jelas: menggerakkan ekonomi rakyat dan memperkuat ketahanan pangan di desa. Transaksi ekonomi sudah berjalan di sini, dan ini harus diperluas,” ujarnya.

Ia berharap koperasi dapat menghapus citra negatif yang melekat pada lembaga ini selama ini dan menjadi pendorong tumbuhnya sentra ekonomi desa. Bahkan, menurut laporan, perputaran ekonomi koperasi bisa mencapai Rp1 miliar per bulan, dengan potensi naik hingga Rp5 miliar.

“Di Buton Tengah ini ada potensi besar seperti rumput laut, ikan teri, bahkan lobster yang berpeluang ekspor. Kita ingin desa menjadi pusat kegiatan ekonomi baru, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Gubernur Sultra hadir bersama Ketua DPRD Provinsi, unsur Forkopimda, Bupati Buton Tengah, Ketua DPRD Buteng, Kepala OPD Provinsi, serta para pejabat daerah lainnya. Sekitar seribu orang hadir di Desa Napa, sedangkan 17 kabupaten/kota lain di Sultra mengikuti acara secara daring.

Peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, dimulai dari desa untuk masyarakat.

Sebagai bagian dari acara, Gubernur Sultra juga secara simbolis meresmikan Kantor Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Napa melalui penandatanganan prasasti sebagai tanda dimulainya operasional koperasi.