Pebalap Astra Honda Ukir Prestasi di Eropa: Ramadhipa Juara ETC, Veda Raih Poin Perdana JuniorGP

oleh -340 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Kebanggaan kembali disumbangkan oleh pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) untuk Indonesia di kancah balap Eropa. Setelah sebelumnya Veda Ega Pratama menorehkan kemenangan di Red Bull Rookies Cup (RBRC) Italia, kini giliran M. Kiandra Ramadhipa yang mencuri perhatian. Tampil memukau dalam gelaran FIM JuniorGP World Championship di sirkuit Magny-Cours, Prancis pada 5-6 Juli 2025, M. Kiandra Ramadhipa berhasil melaju kencang dan mencetak sejarah dengan meraih podium tertinggi dalam race pertama balapan European Talent Cup (ETC). Capaian ini menjadi prestasi pertama bagi pebalap Indonesia di ajang balap bergengsi di benua Eropa.

Pada balapan pertama ETC yang berlangsung Minggu, 6 Juli 2025, Ramadhipa yang turun bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team menunjukkan performa yang luar biasa. Kondisi track yang basah akibat hujan menyebabkan jadwal start ditunda dua kali. Lintasan yang licin menjadi tantangan tersendiri bagi Ramadhipa, yang baru pertama kali berlaga di sirkuit ini. Akibat penundaan, balapan pun dikurangi menjadi sembilan lap. Pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini, mampu melakukan start dengan baik dari posisi kedua.

Persaingan di grup depan berlangsung sangat ketat dengan banyaknya pebalap yang terlibat. Ramadhipa sempat tergeser hingga posisi ke-8 akibat beberapa kali upaya slipstream dari pebalap lain. Namun, ia berhasil bangkit dan berada di posisi empat besar pada dua lap terakhir. Memasuki lap terakhir di posisi kedua, Ramadhipa sempat turun ke posisi ketiga di sektor pertama, namun dengan sigap ia berhasil melewati dua pebalap di depannya, mengambil alih pimpinan balapan, dan mempertahankannya hingga finis. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Magny-Cours, menandai capaian bersejarah pertama kali dari pebalap Indonesia di sirkuit ini.

BACA JUGA :  Warga Binongko Antusias Lakukan Penukaran Uang Baru

Balapan kedua juga masih berlangsung di lintasan basah. Ramadhipa kembali melakukan start yang bagus dan bertahan di posisi kedua. Meskipun sempat dilewati dua pebalap dan berada di posisi keempat grup terdepan, ia berusaha keras bertahan dengan tiga pebalap di depan, namun sulit mengejar. Bersaing sendiri di posisi keempat, Ramadhipa semakin terpisah dari grup depan dan juga pebalap di belakangnya, ditambah hujan yang terus mempengaruhi lintasan. Ia nyaris melakukan kesalahan fatal di lap ketujuh yang membuatnya bergoyang hebat di atas motor, namun berhasil melakukan penyelamatan. Tak berselang lama, pebalap di urutan kelima mengalami highside, dan akhirnya balapan dihentikan setelah bendera merah berkibar. Ramadhipa finis di posisi keempat dan meraih 13 poin penting, dengan total 73 poin kini ia menempati peringkat keempat klasemen.

“Kondisi hari ini sulit, tetapi sangat berbeda antara kedua balapan. Saya bisa bertahan di grup depan hingga lap-lap akhir. Akhirnya, saya berusaha memimpin balapan dan berhasil. Saya sangat senang dengan kemenangan pertama kami di ajang ini. Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk Borja Gomez (mantan pebalap Moto2 yang meninggal di Magny Cours) dan seluruh warga Indonesia. Pada race kedua, kondisinya lebih buruk dan target saya adalah bisa finish. Saya mengendalikan diri dan mencoba untuk tidak buru-buru, hingga bisa mengamankan 13 poin penting untuk klasemen. Saya hampir terjatuh, tetapi yang terpenting adalah hasil akhir. Saya sangat senang dengan apa yang kami capai di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa.

Sementara itu, di kelas JuniorGP, Veda Ega Pratama juga menghadapi balapan yang berlangsung di lintasan basah akibat hujan, kondisi yang belum pernah ia alami sebelumnya. Jumlah lap dikurangi menjadi 10, dan pada lap pertama saja, tiga pebalap sudah terjatuh. Veda, yang memulai balapan dari posisi ke-12, melakukan start dengan aman. Pebalap Astra Honda Racing Team ini konsisten berada di belakang rekan satu timnya, Zen Mitani. Memasuki lap ke-8, bendera merah berkibar setelah ada pebalap terjatuh di tikungan 13, sehingga balapan dihentikan lebih awal. Dengan hasil finis di posisi ke-12, Veda berhasil meraih empat poin perdananya musim ini, dan kini berada di posisi ke-19 klasemen sementara.

BACA JUGA :  PT Vale Indonesia dan Huayou Jalin Kerjasama Dengan Ford Motor Co.

“Balapan hari ini sulit karena kondisi basah yang membuat lintasan jadi sangat licin. Saya mencatat peningkatan lap demi lap dan saya sudah melakukan yang terbaik. Inilah hasil yang kami dapatkan di Magny-Cours, tetapi paling tidak kami meraih poin perdana musim ini di JuniorGP. Kami akan berjuang lagi di MotorLand agar bisa meraih hasil lebih baik sebelum jeda musim panas,” ujar Veda, optimistis.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan bahwa capaian bersejarah dan poin penting yang diraih oleh kedua pebalap binaan Honda merupakan wujud kerja keras serta kemampuan adaptasi luar biasa yang mereka miliki. “Meskipun baru pertama kali balapan di Prancis, kedua pebalap binaan kami mampu beradaptasi cepat, kompetitif, bahkan mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Semoga semangat Satu Hati yang mereka tunjukan bisa menginspirasi generasi muda dalam memperjuangkan mimpinya,” ujar Andy.

Putaran FIM JuniorGP berikutnya akan berlangsung pada 24-27 Juli 2025 di MotorLand Aragon, sirkuit yang sudah dikenal oleh kedua pebalap tersebut. Namun, sebelum bertolak ke Spanyol, Veda dan Ramadhipa akan terlebih dahulu turun pada putaran kelima Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Sachsenring, Jerman, yang dijadwalkan pada 12-13 Juli mendatang.