OJK Sultra Dorong Akselerasi Literasi Keuangan Lewat Program OJK PEDULI

oleh -327 Dilihat

Konawe, Berikabar.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia), yang menjadi bagian dari kampanye nasional GENCARKAN. Fokus utama dari program ini adalah mempersiapkan mahasiswa sebagai agen literasi keuangan yang aktif menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tercatat indeks literasi keuangan sebesar 66,46%, sedangkan inklusi keuangan telah mencapai 80,51%. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan yang masih cukup besar, sehingga dibutuhkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

OJK Provinsi Sulawesi Tenggara bersama PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) pun menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) di Universitas Lakidende untuk mempercepat peningkatan literasi tersebut. Mahasiswa yang dilatih diharapkan dapat menjalankan peran sebagai duta literasi keuangan yang aktif menyebarkan informasi yang benar dan akurat.

Kepala Bagian PEPK dan LMSt OJK Sultra, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari, menjelaskan bahwa tantangan ke depan adalah menghadapi modus penipuan keuangan yang semakin kompleks dan canggih, terutama melalui media digital. Beberapa bentuk penipuan yang diwaspadai meliputi:

  • Impersonation (peniruan identitas entitas legal),

  • Penawaran investasi dengan tugas tertentu (seperti membagikan atau menyukai konten),

  • Investasi berbasis kripto palsu,

  • Penipuan melalui AI dan fake SMS masking,

  • Hingga bukti transfer palsu berbasis teknologi.

Di akhir kegiatan, Shintia menyampaikan harapan agar seluruh peserta bisa menyampaikan kembali materi yang telah mereka pelajari kepada orang terdekat dan masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa yang hadir bisa menjadi duta literasi keuangan, menyebarluaskan informasi kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat agar masyarakat dapat menggunakan produk keuangan secara bijak dan terhindar dari aktivitas keuangan ilegal,” tegasnya.

BACA JUGA :  Debat Terakhir, ASR-Hugua Tegaskan Siap Jalankan Kebijakan Pemberdayaan

Ia juga mengingatkan agar para duta literasi nantinya dapat melakukan pelaporan atas kegiatan edukasi yang telah mereka lakukan kepada masyarakat sesuai dengan sistem pelaporan yang disiapkan oleh OJK.