Kredit Sehat dan Rasio NPL Rendah, Kontribusi Keuangan Bombana Diapresiasi OJK

oleh -71 Dilihat

Bombana, Berikabar.co – Kinerja sektor jasa keuangan di Kabupaten Bombana menunjukkan performa yang sangat impresif di awal tahun 2026. Dalam kunjungannya ke wilayah tersebut, Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, memberikan apresiasi atas kontribusi signifikan masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara. Hingga Maret 2026, Kabupaten Bombana telah menyumbangkan 5,3 persen terhadap total kredit provinsi.

Nilai kredit yang disalurkan di Kabupaten Bombana tercatat mencapai Rp2,88 triliun. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) atau dana simpanan masyarakat memberikan kontribusi sebesar 0,95 persen dengan nilai Rp321,45 miliar. Angka ini mencerminkan tingginya partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan lembaga keuangan formal.

Hal yang paling menonjol dari kinerja keuangan di Bombana adalah kualitas kreditnya yang berada dalam kondisi sangat sehat. Rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet di wilayah ini tercatat hanya sebesar 0,89 persen. Angka ini merupakan salah satu yang terendah di Sulawesi Tenggara, membuktikan kedisiplinan dan tanggung jawab finansial masyarakat Bombana yang sangat baik.

Pertumbuhan yang sehat ini diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif. Dengan pemanfaatan layanan keuangan yang produktif, masyarakat mampu menggerakkan roda ekonomi melalui sektor usaha dan investasi formal. OJK menilai capaian ini merupakan hasil dari kesadaran masyarakat yang mulai memahami pengelolaan keuangan secara bijak.

Asisten Bidang Perekonomian Bombana, Musdalifah, menyampaikan bahwa keberlanjutan pembangunan ekonomi sangat bergantung pada literasi masyarakatnya. Melalui edukasi keuangan yang tepat, pertumbuhan kredit yang positif dapat terus diimbangi dengan risiko yang minimal. Hal ini sejalan dengan visi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor jasa keuangan yang aman.

Partisipasi 441 peserta dari empat kecamatan dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang besar terhadap perbaikan tata kelola keuangan di tingkat desa. OJK berkomitmen untuk terus mendukung momentum positif ini dengan program-program edukasi yang lebih masif. Diharapkan, inklusi keuangan yang tinggi akan berdampak langsung pada penguatan ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

 

BACA JUGA :  Closing Statement Debat Terakhir, ASR-Hugua Sampaikan Permohonan Maaf