Gubernur Sultra Dampingi Menteri PU: Sinyal Kuat Terealisasinya Jembatan Buton-Muna dan Pemanfaatan Aspal Lokal

oleh -405 Dilihat

Buton, Berikabar.co – Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir. Dody Hanggodo, MPE, didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan peninjauan lapangan ke lokasi rencana pembangunan Jembatan Buton-Muna pada 13 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi langkah konkret menuju realisasi proyek infrastruktur strategis yang telah lama dinantikan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Selain meninjau titik lokasi jembatan penghubung antara Pulau Buton dan Pulau Muna, Menteri Dody juga menyempatkan diri mengunjungi area penambangan aspal Buton yang berlokasi di Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton.

Dalam rombongan kunjungan Menteri PU, turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ridwan, BAE, dan Anggota DPR RI, H. Ali Mazi, SH. Para kepala daerah setempat, seperti Bupati Buton, Bupati Buton Selatan, Bupati Buton Tengah, dan Walikota Baubau, serta pimpinan OPD terkait, juga ikut serta dalam peninjauan program prestisius ini.

Kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan Gubernur Sulawesi Tenggara dengan Menteri PU sekitar satu bulan sebelumnya di Jakarta, yang membahas rencana pembangunan Jembatan Muna-Buton.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengungkapkan optimisme terkait proyek ini. “Hari ini Pak Menteri berada di titik lokasi rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Buton dan Pulau Muna. Diproyeksi Tahun 2026 pekerjaan konstruksi jembatan Buto-Muna dilaksanakan,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Pembangunan Jembatan Buton-Muna dipandang krusial untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi dan mendorong aktivitas perekonomian antarwilayah di masa depan. Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya, bersama Wakil Gubernur Hugua, untuk merealisasikan infrastruktur jembatan penghubung ini dalam masa kepemimpinannya.

Perjalanan perencanaan jembatan ini terbilang panjang, dimulai sejak tahun 2010 dengan penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2012. Proses berlanjut dengan penerbitan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) pada 2014, pembaruan FS pada 2018, penyusunan dokumen LARAP, dan review DED pada 2020. Bahkan, uji Wind Tunnel direncanakan rampung pada tahun 2024, dan pada tahun 2025 akan dilaksanakan Independence Proof Check (IPC) terhadap desain dan hasil Wind Tunnel.

BACA JUGA :  Ekspresikan Gaya Unik: Honda Luncurkan Scoopy Edisi Terbatas Kolaborasi dengan Kuromi

Desain konstruksi jembatan ini tergolong berisiko tinggi dengan panjang bentang utama mencapai 765 meter dan total panjang keseluruhan jembatan 2.969 meter. Proyek pembangunan ini diproyeksikan akan rampung dalam kurun waktu empat tahun melalui skema pembangunan multi-years.

Terkait potensi Aspal Buton, Gubernur Sultra berharap Pemerintah Pusat dapat membuat kebijakan khusus mengenai pemanfaatan aspal lokal ini untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jalan di seluruh Indonesia.

“Ironi bagi daerah kita. Gunung di jazirah Pulau Buton mengandung aspal tetapi jalan-jalan tidak beraspal. Kunjungan Menteri PU di lokasi Aspal Buton kita harapkan menjawab ekspektasi jalan mulus di Sultra,” pungkas Gubernur ASR.