Kendari, Berikabar.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah merencanakan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Rencana tersebut adalah menjadikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Kendari sebagai sekolah unggulan. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi Pemerintah Provinsi Sultra dalam meningkatkan mutu, pemerataan, serta akses pendidikan di jenjang SMA secara menyeluruh.
Salah satu tujuan utama di balik rencana ini adalah untuk mengatasi stigma yang selama ini melekat di masyarakat. Stigma tersebut mengacu pada anggapan bahwa hanya sekolah-sekolah tertentu yang dianggap sebagai lembaga pendidikan favorit atau unggulan, seperti SMAN 1 dan SMAN 4 Kendari. Anggapan ini seringkali menyebabkan penumpukan siswa di sekolah-sekolah tersebut, bahkan berdampak pada kemacetan di area sekitarnya.
“Di Kendari itu unggulan SMAN 1 dan SMAN 4 Kendari. Stigma ini menyebabkan penumpukan siswa di sekolah tersebut, bahkan berujung pada kemacetan di sekitar area sekolah,” jelas Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, pada Kamis malam (10/7/2025). Dengan menjadikan SMAN 12 Kendari sebagai sekolah unggulan baru, Dikbud berharap dapat menyebarkan pemerataan kualitas pendidikan dan mengurangi konsentrasi siswa di titik-titik tertentu.
Menurut Prof. Aris Badara, konsep sekolah unggulan yang akan diterapkan di SMAN 12 Kendari nantinya akan mengadopsi program Sekolah Garuda. Program ini dipilih karena dinilai telah terbukti keberhasilannya dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten.
Guna mewujudkan rencana ini, Dikbud Sultra akan menyusun perencanaan yang komprehensif. Perencanaan tersebut tidak hanya akan mencakup pengembangan kurikulum yang lebih baik, tetapi juga peningkatan fasilitas. Beberapa fasilitas yang direncanakan meliputi pembangunan asrama, sarana pembinaan yang memadai, dan fasilitas olahraga yang lengkap.
Selain peningkatan infrastruktur, SMAN 12 Kendari juga akan menerapkan pembatasan kapasitas per kelas belajar. Pembatasan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pembelajaran yang optimal dan perhatian yang lebih personal bagi setiap siswa. “Kapasitas per kelas belajar akan dibatasi. SMAN 12 Kendari paling ideal. Lahannya juga luas, ada sekitar 4 hektar,” pungkas Prof. Aris.





