PLN Dukung Petani Kopi Banggai Tumbuh Bersama Proyek Listrik

oleh -418 Dilihat

Luwuk, Berikabar.co – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Lewat inisiatif PLN Peduli, PLN membantu pengembangan usaha kopi yang dikelola oleh Kelompok Tani Kobshii Batui di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.

Kelompok petani ini mengelola kebun kopi yang terletak di bawah jalur transmisi 150 kV dan di sekitar kawasan pembangunan PLTMG Luwuk berkapasitas 40 MW. Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya soal menyediakan energi, tapi juga tentang memberdayakan masyarakat.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan PLN tidak hanya berupa alat semata, melainkan dukungan menyeluruh untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani kopi lokal.

“Kami ingin petani kopi di sekitar proyek kami tidak hanya jadi penonton, tetapi turut tumbuh bersama PLN. Oleh karena itu, kami bantu tidak hanya mesin roasting dan pengemasan, tetapi juga pelatihan pengelolaan kebun, pasca panen, hingga pembuatan produk minuman kopi yang mampu bersaing dengan coffee shop modern,” ujar Wisnu.

Ia menambahkan bahwa transformasi penggunaan alat dari manual berbahan bakar minyak ke listrik telah membawa dampak positif dalam berbagai aspek, terutama efisiensi biaya dan pengurangan emisi.

“Dengan menggunakan listrik, kelompok tani dapat menghemat biaya operasional, memangkas waktu kerja, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Ini langkah konkret mendukung energi bersih yang juga bermanfaat langsung untuk masyarakat,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Kobshii Batui, M. Fadly, mengungkapkan apresiasinya atas bantuan yang telah diberikan sejak tahun 2024. Menurutnya, dukungan PLN menjawab tantangan utama yang dihadapi kelompok tani, yakni keterbatasan alat dan biaya produksi.

BACA JUGA :  Mutasi Jabatan Polda Sultra: Dirresnarkoba, Dirbinmas, dan Kapolres Bombana Resmi Berganti

“Selama ini kami terkendala alat dan biaya produksi. Dengan bantuan PLN sejak 2024, kami bisa meningkatkan kualitas hasil kopi dan prosesnya menjadi jauh lebih efisien. PLN benar-benar membantu kami melihat masa depan usaha kopi ini dengan lebih optimis,” tutur Fadly.

Program ini juga membawa dampak sosial yang signifikan. Dalam kurun waktu tiga bulan, jumlah anggota kelompok tani meningkat dari 13 menjadi 25 orang. Kopi Batui kini mulai dikenal sebagai produk khas daerah, dan pemanfaatan lahan di bawah jaringan transmisi pun turut mendukung penurunan emisi karbon.

PLN juga telah merancang kelanjutan program hingga tahun 2025. Bantuan akan mencakup penyediaan mesin grader, alat ukur kadar air kopi, pelatihan lanjutan, sertifikasi mutu, hingga penambahan instalasi listrik.

“Kami percaya, jika masyarakat sekitar tumbuh bersama proyek yang kami bangun, maka keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan bisa dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tutup Wisnu.