Konawe Utara, Berikabar.co – Komitmen PT PLN (Persero) dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan terus ditunjukkan melalui proyek strategis Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Andowia–Kendari. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi dan Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara, dengan dukungan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai langkah awal dalam proses pengadaan tanah, PLN mengadakan sosialisasi publik di empat kecamatan terdampak: Motui, Lasolo, Lembo, dan Molawe. Dalam kegiatan ini, PLN menyampaikan informasi seputar mekanisme pengadaan lahan, besaran ganti rugi sesuai hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), serta membangun sinergi dengan warga dan pemerintah daerah.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintahan lokal, camat, TNI-Polri, kejaksaan, serta tokoh masyarakat setempat.
Ronny Aprisaputra, selaku Manager UPP Sulawesi Tenggara, menekankan pentingnya keterbukaan dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.
“Melalui sosialisasi ini, kami pastikan semua informasi disampaikan secara terbuka. Kami berharap masyarakat bisa lebih memahami manfaat jangka panjang dari proyek ini dan tetap kooperatif selama proses pembangunan berlangsung,” jelas Ronny.
Ia menjelaskan bahwa jaringan transmisi ini akan mencakup 76 tower yang tersebar di empat kecamatan: 22 tower di Lembo, 17 di Motui, 18 di Molawe, dan 19 di Lasolo. Proyek ini merupakan bagian dari sistem transmisi utama yang menghubungkan wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, serta ditujukan untuk menopang kebutuhan listrik industri dan pelanggan tegangan tinggi yang terus berkembang.
Dukungan dari masyarakat menjadi pendorong utama kelancaran proyek. Sumardin, A.Md, tokoh masyarakat Desa Sambasule, menyatakan:
“Kami menyambut baik pembangunan ini karena kebutuhan listrik makin meningkat. Kami siap mendukung selama prosesnya transparan dan sesuai aturan.”
Apresiasi juga datang dari warga Motui. Nasrudin menyampaikan bahwa komunikasi yang dibangun PLN menciptakan kepercayaan masyarakat.
“Lewat sosialisasi ini kami jadi paham hak dan kewajiban kami. Ini membangun kepercayaan, dan kami mendukung demi kemajuan bersama,” tuturnya.
Di pihak pemerintah daerah, Camat Lasolo, Samsul, S.E., M.Si., menggarisbawahi pendekatan yang humanis dan terbuka dari PLN.
“PLN telah melakukan pendekatan yang tepat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Ini membangun rasa saling percaya. Kami di kecamatan siap mendukung dan mengawal proses pembangunan ini agar berjalan lancar dan membawa manfaat bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi hukum, dukungan datang dari Kejaksaan Negeri. Nada Ayu Dewindu Ridwan, S.H., M.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, menegaskan bahwa proyek ini berjalan dengan dasar hukum yang jelas.
“Masyarakat cukup kooperatif, dan ini menjadi modal penting agar proyek berjalan lancar dari awal hingga rampung. Manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam hal pasokan listrik yang lebih stabil,” katanya.
Dengan pembangunan SUTET 275 kV Andowia–Kendari, PLN menargetkan peningkatan keandalan pasokan listrik, mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi lokal, serta memperluas akses energi secara merata di wilayah Sulawesi Tenggara.





