Kendari, Berikabar.co — Dalam rangka menyemarakkan kegiatan edukasi publik bertajuk Maimo Cinta Rupiah 2025, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (BI Sultra) kembali menghadirkan Lomba Seduh Kopi Manual yang terbuka bagi masyarakat Sultra yang memiliki minat dan keterampilan dasar menyeduh kopi.
Berdasarkan informasi resmi yang diumumkan melalui akun Instagram @bank_indonesia_sultra, lomba ini tidak hanya mengedepankan teknik menyeduh kopi, namun juga mengangkat nilai budaya lokal, khususnya dalam babak final yang mengusung tema “Kebudayaan Sulawesi Tenggara”.
Syarat Peserta
Lomba ini terbuka untuk masyarakat yang berdomisili di Sulawesi Tenggara, dibuktikan melalui KTP, surat domisili, atau tanda pengenal resmi lainnya. Peserta diharapkan telah memiliki pengetahuan dasar menyeduh kopi manual, penggunaan alat seduh, serta memahami teknik penyajian kopi yang baik.
Seluruh peserta wajib mengikuti aturan lomba yang telah ditetapkan panitia, termasuk ketentuan waktu, alat yang digunakan, serta cara penyajian kopi selama babak penyisihan hingga final.
Jadwal Pelaksanaan
-
Pendaftaran: 4–14 Juni 2025
-
Technical Meeting & Pembagian Sample: 15 Juni 2025
-
Babak Penyisihan: 20 Juni 2025
-
Babak Final: 21 Juni 2025
-
Pengumuman Pemenang: 22 Juni 2025
Informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan lomba dapat diakses melalui tautan resmi di linktr.ee/MaimoCintaRupiah2025.
Teknis dan Penilaian Babak Penyisihan
Sebanyak 30 peserta akan mengikuti babak penyisihan yang dilaksanakan dengan sistem head-to-head dan sistem gugur. Selama tahap ini, peserta akan menggunakan origami air S dripper dan grinder Latina N6000 yang disediakan panitia. Peserta hanya diperbolehkan membawa hand grinder pribadi, tanpa alat bantu seduh tambahan.
Kopi yang digunakan berasal dari beans Kopi Tolaki, yang akan dibagikan saat technical meeting agar bisa diuji coba oleh peserta sebelumnya.
Setiap peserta wajib menyajikan hasil seduhan dalam cangkir minimal 180ml. Bila hasil kurang dari volume tersebut, akan ditambah air untuk memenuhi syarat penyajian. Durasi lomba adalah 5 menit persiapan dan 10 menit untuk penyeduhan serta penyajian.
Dalam tahap penyisihan pertama, tiga peserta akan bertanding secara paralel, dilanjutkan dengan pertarungan head-to-head untuk menyaring lima finalis.
Penilaian dilakukan oleh juri profesional, dan keputusan juri bersifat final serta tidak dapat diganggu gugat.
Ketentuan Babak Final
Lima peserta terbaik akan melaju ke babak final dengan sistem open service, di mana mereka bebas memilih alat dan metode seduh. Tema presentasi final adalah “Kebudayaan Sulawesi Tenggara” sebagai bentuk dukungan terhadap promosi budaya lokal.
Kopi yang digunakan pada tahap final akan kembali disediakan oleh panitia. Peserta juga diwajibkan membawa minimal tiga gelas untuk cupping jika tidak menggunakan peralatan cupping dari panitia.
Penjurian tetap dilakukan oleh tim juri profesional, dan seluruh proses berlangsung secara transparan serta kompetitif.





