BEI Sultra Luncurkan Program Investor Saham untuk Guru, Tekan Pinjol dan Judi Online

oleh -577 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Survei terbaru yang melibatkan sekitar 1.600 responden mengungkap fakta mengejutkan: sekitar 46 persen guru terlibat dalam praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi daring. Angka ini menandai tingginya kerentanan kalangan pendidik terhadap jeratan keuangan ilegal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, menyatakan keprihatinannya. Ia menilai kondisi ini menjadi indikator penting bagi perlunya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan guru.

“Angka ini tidak bisa dianggap remeh. Jika 46 persen guru terlibat, itu artinya mereka termasuk kelompok yang paling rentan terhadap pinjol dan judi online,” ujar Bayu dalam pernyataannya, Rabu, 7 Mei 2025.

Sebagai bentuk respon, BEI mencanangkan Program Investor Saham untuk Guru, yang bertujuan membekali para pendidik dengan pengetahuan dan akses terhadap investasi yang legal, aman, dan produktif.

Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional BEI dalam mempercepat inklusi keuangan bagi kalangan pendidik. Sultra menjadi salah satu provinsi yang ditargetkan untuk menjalankan inisiatif ini secara aktif.

Langkah awal pelaksanaan program akan dimulai di beberapa sekolah di Kota Kendari. Kawasan ini dipilih sebagai proyek percontohan atau pilot project, untuk melihat sejauh mana efektivitas program dalam mengubah perilaku keuangan para guru.

“Insyaallah kami akan mulai dari sekolah-sekolah di Kota Kendari. Jika hasilnya positif, kami siap memperluasnya ke seluruh kabupaten dan kota di Sultra,” terang Bayu.

Dalam pelaksanaannya, BEI akan menyediakan jalur edukasi investasi secara langsung dan memberikan subsidi pembukaan rekening saham secara kolektif bagi guru-guru peserta program.

Bayu juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, yang dinilai sangat antusias terhadap program ini. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penguatan literasi keuangan di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA :  Atasi Ancaman Digital: PT Vale dan Komunitas Morowali Perkuat Sinergi Rumah dan Sekolah

“Kami sangat menghargai keterlibatan aktif Kepala Dinas Pendidikan Sultra. Komitmen beliau terhadap peningkatan pemahaman keuangan guru patut menjadi contoh,” tambah Bayu.

Menurut Bayu, pendekatan kolektif ini belum banyak dilakukan di provinsi lain. Oleh karena itu, jika sukses, Sultra bisa menjadi pelopor program literasi keuangan yang terintegrasi dengan sektor pendidikan.

Tujuan utama program ini adalah mengubah pola pengelolaan keuangan guru agar lebih sehat dan berorientasi pada masa depan. BEI berharap para pendidik dapat beralih dari investasi bodong ke instrumen investasi yang resmi dan diawasi.

Bayu menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal investasi saham, melainkan soal pendewasaan finansial. Guru yang cerdas secara finansial dapat menjadi agen perubahan di sekolah dan masyarakat sekitarnya.

“Kami ingin para guru memahami bahwa ada pilihan investasi yang aman dan bisa membantu mereka merencanakan masa depan tanpa risiko yang merugikan,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Bayu berharap bahwa kehadiran program Investor Saham bagi Guru akan menjadi titik balik yang mampu menekan keterlibatan tenaga pendidik dalam praktik keuangan ilegal.

“Kami ingin membantu guru-guru agar mereka bisa fokus menjalankan tugas sebagai pendidik, tanpa terbebani oleh masalah keuangan yang berisiko,” tutupnya.