Keberlanjutan Nyata di Luwu Timur: PT Vale Dorong Inklusi dan Inovasi Tambang

oleh -428 Dilihat

Sorowako, Berikabar.co – Dalam upaya memperkuat peran sebagai pemimpin industri tambang berkelanjutan di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus mengedepankan inovasi dan tanggung jawab lingkungan. Beroperasi selama lebih dari lima dekade di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, PT Vale kini memperkenalkan proyek strategis Sorowako Limonite Ore (Sorlim) sebagai bagian dari transformasi menuju pertambangan yang ramah lingkungan dan efisien sumber daya.

Proyek Sorlim menjadi titik balik penting dalam pengolahan bijih nikel kadar rendah, atau limonite, yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dan hanya dianggap sebagai limbah tambang. Melalui penerapan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), bijih limonite kini diolah menjadi produk nikel bernilai tinggi, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Transformasi ini menandai langkah besar PT Vale dalam mengurangi limbah sekaligus memperluas kontribusi terhadap industri nikel nasional.

Komitmen ini disampaikan dalam acara Halalbihalal bersama Media Luwu Raya yang digelar Selasa (15/4/2025). Dalam forum tersebut, Ridwan Banda, selaku Manager of Construction Proyek Sorlim, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi besar PT Vale untuk mencapai netralitas karbon pada 2050, serta mendorong ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah tambang secara berkelanjutan.

“Pengembangan Sorlim tidak hanya bertujuan mengolah bijih limonit, tetapi juga menjadi kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi lokal, serta konservasi mineral yang bertanggung jawab,” jelas Ridwan. Ia menambahkan bahwa saat ini proyek sedang dalam tahap konstruksi, yang melibatkan lima kontraktor lokal dan 90% tenaga kerja dari Luwu Timur—cerminan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat setempat.

Tak hanya fokus pada Sorlim, PT Vale juga tengah memperluas kiprahnya melalui proyek eksplorasi di wilayah Tanamalia. Proyek ini saat ini memasuki fase studi awal yang dilakukan dengan prinsip transparansi dan partisipasi masyarakat. Frans Attong, dari tim Operational Readiness Tanamalia, menyatakan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.

BACA JUGA :  Cetak Duta Safety Riding, Asmo Sulsel Bekali Karyawan PNM Makassar Keterampilan Berkendara Aman

Dalam rangka persiapan eksplorasi, sebanyak 250 tenaga kerja lokal dari Loeha Raya telah direkrut, memperkuat komitmen PT Vale untuk menghadirkan manfaat langsung bagi komunitas sekitar proyek. Selain aspek teknis, PT Vale juga mengembangkan sistem mekanisme saran dan keluhan (grievance mechanism) guna memastikan masyarakat Loeha Raya memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan secara terbuka.

Fasilitas pengaduan ini tersedia melalui kotak saran yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti Puskesmas Bantilang, Kantor Desa Loeha, dan Desa Rante Angin. Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menyampaikan keluhannya melalui kanal digital seperti WhatsApp (081144407204), email (PTVI.grievance.Tanamalia@vale.com), atau surat fisik yang ditujukan ke Kantor Departemen Eksternal Relations PT Vale di Sorowako.

“Kami ingin memastikan bahwa proyek ini benar-benar inklusif dan berkelanjutan. Bagi PT Vale, keberhasilan bukan hanya dilihat dari segi ekonomi, tetapi juga dari bagaimana kami memberi dampak positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Frans dalam sesi wawancara.

Komitmen kuat PT Vale terhadap prinsip keberlanjutan pun telah mendapatkan pengakuan nasional. Di tahun 2024, perusahaan berhasil meraih penghargaan bergengsi PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Capaian ini tidak hanya menegaskan reputasi PT Vale sebagai pelopor dalam tambang hijau di Indonesia, tetapi juga sebagai katalisator perubahan menuju masa depan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.