Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang akan mengisi industri jasa keuangan (IJK) di masa depan. Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan bahwa salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggandeng mahasiswa dalam sebuah program yang dinamakan Komunitas Learning Center (KLC).
“Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk membina para mahasiswa, mengenalkan mereka pada industri jasa keuangan, dan mempersiapkan mereka agar siap bekerja di sektor tersebut setelah lulus. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal yang berguna bagi para mahasiswa dalam memasuki dunia profesional,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/2/2025)
Menurutnya, mahasiswa yang terlibat dalam KLC bukan hanya sekadar peserta pelatihan, tetapi mereka merupakan individu-individu yang berpotensi besar. Beberapa di antara mereka bahkan telah mendapatkan pengalaman kerja di institusi besar, seperti Bank Indonesia. “Kami melihat mereka sebagai calon pemimpin di masa depan yang akan membawa dampak positif bagi industri ini,” ujarnya.
Bahkan, sejumlah alumni program ini tetap berkomitmen untuk bergabung kembali dan berbagi pengetahuan di komunitas ini.
OJK menyadari pentingnya pendidikan yang berkelanjutan bagi para mahasiswa. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk memastikan agar program KLC tidak hanya berhenti pada satu kegiatan saja. “Saya ingin kegiatan ini berkelanjutan, jangan hanya sebatas acara, tetapi harus ada tindak lanjutnya,” tambah Bismi. Para peserta KLC akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendalam dan berkelanjutan, termasuk dalam program literasi keuangan yang digelar oleh OJK.
Saat ini, jumlah anggota Komunitas Learning Center telah mencapai 52 orang yang berasal dari berbagai universitas di Sultra. Beberapa universitas yang turut berpartisipasi dalam program ini antara lain Universitas Halu Oleo (UHO), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), serta Universitas Muhammadiyah. Tak hanya dari latar belakang pendidikan ekonomi, para peserta juga datang dari jurusan yang beragam, seperti antropologi, menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap industri jasa keuangan tidak terbatas pada mahasiswa ekonomi saja.
Keberagaman jurusan yang dimiliki oleh peserta KLC justru dianggap sebagai nilai tambah oleh OJK. Mereka percaya bahwa kontribusi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dapat memperkaya perspektif dalam memahami dan mengembangkan sektor keuangan. “Meskipun mereka tidak berasal dari latar belakang ekonomi, kontribusi yang mereka berikan luar biasa,” ungkapnya.
OJK juga menilai bahwa program KLC ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi yang berpengalaman di dunia industri. Selain itu, melalui KLC, para peserta dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di sektor jasa keuangan. “Kami memberikan pembekalan yang mereka butuhkan untuk siap bekerja setelah lulus nanti,” tambahnya.
Salah satu keunggulan dari program ini adalah adanya ruang untuk berbagi ilmu antara mahasiswa, alumni, dan para praktisi industri. KLC menjadi tempat di mana para peserta dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperluas jaringan mereka dalam dunia industri. “Kami ingin menciptakan tempat di mana ilmu bisa saling dibagikan, baik itu dari peserta baru maupun alumni,” kata Bismi.
Dengan adanya program Komunitas Learning Center, ia berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor jasa keuangan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan literasi keuangan yang terus berkembang di Indonesia.





