Kendari, Berikabar.co – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melibatkan mahasiswa dalam program Komunitas Learning Center (KLC) sebagai bagian dari upaya untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Menurut Bismi, mahasiswa yang terlibat dalam KLC OJK diberikan pembekalan tentang cara mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, khususnya terkait literasi keuangan. “Kami telah melibatkan mahasiswa dalam program ini untuk turun langsung ke masyarakat dan memahami kebutuhan mereka,” ujar Bismi.
Program ini dimulai dengan melakukan pra-inkubasi kepada mahasiswa, di mana mereka dilatih untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan masyarakat. Bismi menjelaskan bahwa salah satu masalah yang sering dihadapi dalam program literasi keuangan adalah ketidakmampuan untuk memahami secara tepat apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat. “Seringkali kita melakukan literasi, tetapi tidak mengetahui kebutuhan sebenarnya dari masyarakat,” katanya. Pendekatan baru ini bertujuan untuk lebih mendekatkan regulator dengan masyarakat melalui pemahaman yang lebih mendalam.
OJK menyadari bahwa masyarakat sering kali datang ke lembaga keuangan dengan harapan yang tidak selalu realistis, seringkali karena iming-iming promosi tertentu. Dalam upaya memperbaiki pendekatan ini, Bismi menekankan pentingnya mengubah mindset atau pola pikir yang ada. “Sekarang kami mencoba mengubah pendekatan yang lebih bijak, di mana kami mendekati masyarakat dengan cara yang lebih paham, dengan menganalisis dan membaca kebutuhan mereka,” kata Bismi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengenalkan masyarakat pada konsep inklusi keuangan yang lebih mendalam. Banyak masyarakat yang sudah memiliki fasilitas perbankan, seperti ATM atau buku tabungan, namun belum sepenuhnya memahami manfaatnya. “Banyak yang sudah memiliki fasilitas seperti ATM atau buku tabungan, yang sebenarnya merupakan bagian dari inklusi keuangan, tetapi mereka belum paham sepenuhnya bagaimana cara memanfaatkannya,” ujar Bismi.
Melalui program ini, OJK berusaha untuk tidak hanya memberikan informasi yang lebih luas mengenai keuangan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat memahami manfaat yang dapat mereka peroleh. OJK Sultra berusaha untuk memberikan pemahaman tentang berbagai produk keuangan yang tersedia, serta bagaimana produk tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya untuk mempercepat peningkatan literasi keuangan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Bismi juga menambahkan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam Komunitas Learning Center (KLC) akan membantu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang lebih melek keuangan. “Kami ingin para mahasiswa yang terlibat dalam KLC tidak hanya memahami teori, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan mereka pengetahuan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam mendorong inklusi keuangan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan melibatkan mahasiswa yang terlatih, OJK berharap dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif dan memberikan dampak positif dalam pemahaman keuangan yang lebih baik. Dengan pendekatan yang lebih terarah, diharapkan masyarakat dapat lebih memanfaatkan layanan keuangan yang ada dan memperbaiki kesejahteraan ekonomi mereka.





