Kapolda Sultra Gandeng Komunitas Ojol Berantas Kejahatan Jalanan, Balap Liar hingga Penipuan Order Fiktif

oleh -48 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat sinergi dengan komunitas pengemudi ojek online (ojol) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menekan berbagai bentuk kejahatan jalanan di Kota Kendari.

Komitmen tersebut ditegaskan Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., saat menggelar silaturahmi bersama komunitas pengemudi ojol di Kedai Ratu Alam, Kendari, Rabu (4/11/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari program Quick Wins Kapolri bertagline “Polisi Bersama Masyarakat” yang diarahkan untuk memperkuat kemitraan kepolisian dengan masyarakat serta menyerap aspirasi secara langsung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., para pejabat utama Polda Sultra, camat dan lurah setempat, serta perwakilan komunitas ojol. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan dialogis. Sejumlah persoalan yang kerap dihadapi pengemudi saat bekerja di lapangan menjadi pembahasan, mulai dari gangguan keamanan hingga berbagai tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Ketua Komunitas Rider Ojek Online MTQ Kendari, Agustiawan, menyatakan kesiapan komunitasnya untuk ikut berperan aktif membantu kepolisian menjaga situasi kamtibmas. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap program “Jaga Bumi Anoa” yang diusung Kapolda Sultra melalui semangat hadir, berbuat, dan bermanfaat.

Agustiawan mengungkapkan, para pengemudi ojol memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah kejahatan jalanan, peredaran narkoba, aksi premanisme, hingga balap liar yang dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Merespons aspirasi tersebut, Kapolda Sultra mengapresiasi dukungan komunitas ojol dan menegaskan pentingnya membangun hubungan yang semakin dekat antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, program “Polisi Bersama Masyarakat” tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih mudah dijangkau untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Akan Bangun 57 Dapur untuk Penuhi Program Makan Bergizi Gratis

Melalui konsep “Jaga Bumi Anoa”, Polda Sultra berkomitmen menjaga masyarakat, wilayah, lingkungan, persatuan, dan kepercayaan publik. Kapolda juga langsung menginstruksikan sejumlah pejabat utama untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan komunitas ojol. Dirlantas Polda Sultra diminta menangani gangguan balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Sementara Dirreskrimsus diminta menindaklanjuti laporan penipuan melalui pesanan atau order fiktif yang merugikan pengemudi ojol. Para korban diimbau segera melapor agar kasus tersebut dapat ditangani kepolisian.

Selain persoalan kejahatan jalanan, Kapolda mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi di dunia maya dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi. Ia juga menyoroti perilaku fear of missing out (FOMO) atau ketakutan tertinggal informasi, serta mengingatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan cairan vape yang berpotensi mengandung zat adiktif berbahaya dan menimbulkan ketergantungan maupun gangguan kesehatan.

Terkait aksi premanisme, Kapolda meminta Dirreskrimum Polda Sultra mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk tindakan yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengajak para pengemudi ojol memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila mengalami gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian. Kapolda menegaskan, komunitas ojol merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga kamtibmas. Hasil silaturahmi dan penguatan kemitraan tersebut juga akan dilaporkan kepada Kapolri sebagai bagian dari implementasi program “Polisi Bersama Masyarakat”.