Sultra Cup Race 2026 Berjalan Kondusif, Ditlantas Polda Sultra Kerahkan 51 Personel

oleh -114 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Pelaksanaan Partai Bulan Bintang (PBB) DPW Sultra Cup Race 2026 di kawasan Tugu Religi eks MTQ Kendari selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (3–4 Oktober 2026), berjalan aman dan terkendali. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara bersama Polresta Kendari mengawal pengamanan, keselamatan peserta, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, KBP Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., turut memantau langsung pelaksanaan pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai prosedur, terutama dalam aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Dalam pengamanan tersebut, Ditlantas Polda Sultra memfokuskan personel pada Ring 3, yakni pengaturan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar kawasan Tugu Religi eks MTQ. Sebanyak 51 personel BKO Polda Sultra dikerahkan untuk mendukung pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Personel ditempatkan pada sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus memastikan pemisahan antara lintasan balap, area penonton, kendaraan umum, kendaraan peserta, dan jalur darurat atau emergency.

Rekayasa lalu lintas dilakukan secara dinamis menyesuaikan situasi di lapangan. Jalur darurat serta akses keluar-masuk kawasan juga dijaga tetap steril selama perlombaan untuk memastikan ruang gerak bagi kendaraan dalam kondisi darurat tetap tersedia.

Pengamanan tersebut didukung koordinasi antara panitia penyelenggara, Ditlantas Polda Sultra, Polresta Kendari, dan unsur pengamanan lainnya. Setiap unsur menjalankan tugas sesuai pembagian wilayah pengamanan guna meminimalkan potensi gangguan terhadap keselamatan peserta maupun masyarakat.

Meski secara umum kegiatan berlangsung kondusif, pada hari pertama sempat terjadi insiden kendaraan peserta balap yang bersenggolan di tikungan depan gedung DPRD. Insiden tersebut mengakibatkan korban mengalami luka ringan dan fraktur.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan dalam evaluasi aspek keselamatan penyelenggaraan balap motor. Sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggaraan, pihak panitia juga telah menyerahkan surat pernyataan pertanggungjawaban kegiatan kepada Kapolresta Kendari.

BACA JUGA :  Peringati Ulang Tahun ke-56, Indosat Ooredoo Hutchison Serukan Semangat ‘menembu56atasan’ Berdayakan Indonesia

Dari hasil pemantauan selama dua hari, Ditlantas Polda Sultra memberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengamanan pada kegiatan serupa di masa mendatang. Salah satunya memperkuat pembatas antara lintasan balap dan ruang publik.

Penguatan pembatas dapat dilakukan melalui penambahan garis polisi, terutama menjelang sore ketika jumlah penonton dan masyarakat di sekitar lokasi cenderung meningkat. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah penonton masuk atau meluber ke badan jalan yang dapat membahayakan keselamatan sekaligus mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Selain itu, rekayasa lalu lintas perlu terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan, termasuk kondisi kepadatan penonton dan tahapan perlombaan. Komunikasi antara panitia atau event organizer (EO) dengan petugas pengamanan melalui perangkat komunikasi handy talky (HT) juga perlu dioptimalkan.

Komunikasi yang lebih efektif diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perubahan situasi di lapangan, sehingga petugas dapat mengambil langkah pengamanan secara cepat dan tepat.

Secara keseluruhan, pelaksanaan PBB DPW Sultra Cup Race 2026 berlangsung dengan penerapan manajemen lalu lintas, pemisahan area, pengamanan akses darurat, serta koordinasi terpadu antarpersonel.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sultra dalam mendukung kegiatan masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan, peserta balap, dan seluruh pengunjung.

Melalui pengamanan yang terencana serta evaluasi berkelanjutan, Ditlantas Polda Sultra terus mendorong terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara.