Bone, Berikabar.co – Upaya menjaga kekayaan keanekaragaman hayati Sulawesi dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak dengan mengeksplorasi flora di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan Eksplorasi dan Konservasi Flora Sulawesi yang berlangsung pada 8–9 September 2026 tersebut merupakan bagian dari program Hutan Pertamina Hasanuddin. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, sekaligus mengidentifikasi tanaman yang berpotensi dikembangkan menjadi koleksi di Kebun Raya Pucak.
Sebelum melakukan eksplorasi, lima perwakilan Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin bersama 11 perwakilan UPT Kebun Raya Pucak melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kawasan sekaligus menentukan lokasi yang sesuai untuk kegiatan eksplorasi.
Kolaborasi dengan KPH Cenrana juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan secara terarah dengan tetap memperhatikan aspek konservasi, kondisi habitat, serta ketentuan pengelolaan kawasan hutan.
Selama eksplorasi, tim melakukan penelusuran dan pengamatan langsung terhadap flora di tiga titik lokasi, termasuk kawasan sekitar permukiman penduduk dan lahan terbuka hijau. Pendampingan personel UPT Kebun Raya Pucak dilakukan untuk memastikan proses eksplorasi dan pengelolaan material tanaman tetap mengikuti prinsip-prinsip konservasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan eksplorasi tersebut merupakan langkah konkret untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat kolaborasi dengan lembaga konservasi dan pengelola kawasan hutan.
“Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan KPH Cenrana menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan konservasi berjalan dengan memperhatikan kondisi habitat dan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, program tersebut juga sejalan dengan kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui dukungan terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan pengembangan koleksi flora lokal.
Program tersebut juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara dunia usaha, lembaga konservasi, dan pengelola kawasan hutan. Sementara pengembangan Kebun Raya Pucak sebagai ruang pembelajaran mengenai tumbuhan lokal memiliki keterkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Upaya menjaga keanekaragaman hayati membutuhkan kerja sama berbagai pihak dan kesinambungan program. Kami berharap eksplorasi flora di Bone ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan variasi koleksi tanaman di Kebun Raya Pucak, sekaligus mendukung peningkatan indeks keanekaragaman hayati,” lanjutnya.
Dari tiga titik lokasi eksplorasi, tim berhasil memperoleh enam jenis flora, yakni Clitoria ternatea atau bunga telang, Artocarpus elasticus atau tarro’, Artocarpus altilis atau baka’ (sukun), Premna serratifolia atau buas-buas, Aegle marmelos atau maja, serta Aleurites moluccanus atau kemiri.
Keenam tanaman tersebut kemudian dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya, tanaman akan melalui proses pengembangan koleksi sesuai dengan kriteria dan ketentuan konservasi yang berlaku.
Tanaman yang memenuhi persyaratan akan diarahkan untuk dikembangkan dan dipelihara sebagai tanaman koleksi maupun nonkoleksi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkaya koleksi flora sekaligus memperkuat fungsi Kebun Raya Pucak sebagai pusat konservasi tumbuhan secara ex-situ.
Kepala UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, mengapresiasi kolaborasi dengan Pertamina dan menyebut kegiatan eksplorasi tersebut sebagai salah satu tahapan penting dalam mendukung fungsi kebun raya sebagai lembaga konservasi tumbuhan.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina karena kegiatan eksplorasi singkat ini membangun sinergi dalam menjaga dan menggali potensi flora untuk kemudian dikembangkan di Kebun Raya Pucak. Harapan kami, ke depannya program Hutan Pertamina Hasanuddin ini berhasil mengonservasi lebih banyak tanaman koleksi dan nonkoleksi,” ungkap Thamrin.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menambah jumlah tanaman, tetapi juga memperkuat peran Kebun Raya Pucak sebagai pusat konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata berbasis keanekaragaman hayati. Penambahan koleksi flora Sulawesi sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran mengenai kekayaan tumbuhan lokal bagi masyarakat.
Kolaborasi Pertamina, UPT Kebun Raya Pucak, dan KPH Cenrana menunjukkan bahwa upaya menjaga keanekaragaman hayati dapat dilakukan melalui langkah konkret di lapangan. Mulai dari koordinasi, eksplorasi, hingga proses konservasi, setiap tahapan diarahkan untuk menjaga kekayaan flora Sulawesi agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, PT Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi dalam perlindungan lingkungan, khususnya melalui program konservasi keanekaragaman hayati di Kebun Raya Pucak.





