Pengalaman Jurnalis Kendari Jelajahi Malaysia dengan Roaming Telkomsel Tetap Terhubung

oleh -56 Dilihat

Kuala Lumpur, Berikabar.co – Ada perjalanan yang direncanakan jauh-jauh hari. Ada pula perjalanan yang datang sebagai hadiah, lalu perlahan berubah menjadi cerita yang ingin terus dikenang.

Perkenalkan saya bernama Sitti Harlina, salah seorang jurnalis yang berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebagai seorang jurnalis yang sehari-hari bekerja di Kota Kendari, kesempatan menjelajahi negeri jiran (Malaysia) bukan sesuatu yang datang setiap waktu. Perjalanan ini menjadi semakin istimewa karena saya mendapatkannya sebagai salah satu pemenang Telkomsel Journalist Competition yang diselenggarakan Telkomsel pada 2025 lalu.

Hadiah tersebut berupa grand prize perjalanan menjelajahi Malaysia. Tepatnya 30 September 2026, perjalanan itu akhirnya dimulai. Dari Kendari, saya menempuh perjalanan menuju Malaysia dengan membawa koper, sejumlah perlengkapan pribadi, dan tentu saja satu hal yang tidak pernah boleh tertinggal dalam perjalanan seorang jurnalis yakni laptop. Ibaratnya, laptop menjadi salah satu alat tempur terpenting bagi seorang jurnalis dalam peperangan. Saya pribadi kemana pun saya melakukan perjalanan, laptop merupakan salah satu barang yang wajib saya bawa.

Bagi seorang jurnalis, laptop bukan sekadar perangkat kerja. Di dalamnya ada ruang redaksi kecil yang bisa dibawa ke mana saja. Ada catatan, foto, bahan tulisan, hingga pekerjaan yang terkadang muncul tanpa mengenal batas waktu dan tempat.

Itulah sebabnya, sejak masih dalam perjalanan menuju Malaysia, saya sudah memikirkan satu hal sederhana, bagaimana memastikan tetap bisa terhubung dengan internet.

Setibanya di Bandara Kuala Lumpur sekitar pukul 14.30 waktu setempat, hal pertama yang saya lakukan adalah mengaktifkan paket roaming yang sebelumnya saya beli secara mandiri melalui aplikasi MyTelkomsel.

Saya memilih paket roaming tiga hari dengan harga Rp125.000 yang memberikan kuota 10 GB. Yang membuat saya memilih paket tersebut adalah fasilitas hotspot yang bisa digunakan untuk berbagi koneksi internet ke perangkat lain. Pilihan itu bukan tanpa alasan.

Saya cukup sering menggunakan tethering dari ponsel ke laptop untuk menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan tersebut terasa semakin penting ketika bepergian ke luar negeri, sebab pekerjaan sebagai jurnalis tidak otomatis berhenti hanya karena sedang berada di negara lain.

BACA JUGA :  Stok Pangan Sultra Melimpah, Bulog Pasok 44 Ribu Ton Beras ke Papua hingga Maluku

Setelah tiba di hotel dan mengikuti sejumlah kegiatan, saya kemudian menyadari ada satu pekerjaan yang hampir saja terlupakan.

Ada tulisan yang ternyata memiliki tenggat waktu pada hari itu.

Dalam situasi seperti ini, saya biasanya hanya memiliki dua pilihan panik atau segera bekerja. Saya memilih pilihan kedua.

Laptop segera saya buka. Ponsel menjadi sumber koneksi. Paket hotspot yang sebelumnya saya beli ternyata menjadi penyelamat kecil dalam perjalanan tersebut.

Saya bisa kembali terhubung dengan internet dan menyelesaikan tulisan yang harus segera dikirim.

Saat itu saya baru menyadari bahwa dalam perjalanan, koneksi internet bukan hanya soal membuka media sosial, mencari informasi wisata, atau menghubungi keluarga. Bagi saya, koneksi internet adalah bagian dari pekerjaan. Terlebih ketika berada ribuan kilometer dari Kendari.

Yang membuat pengalaman tersebut semakin menyenangkan adalah kualitas jaringan yang saya rasakan selama berada di Malaysia. Meskipun menggunakan nomor Indonesia dan sedang berada di luar negeri, koneksi Telkomsel yang saya gunakan terasa tetap lancar untuk kebutuhan pekerjaan.

Saya dapat membuka laptop, mengakses berbagai kebutuhan kerja, mengirim tulisan, dan tetap terhubung tanpa harus mencari jaringan Wi-Fi hotel setiap kali membutuhkan internet.

Bagi sebagian orang, mungkin pengalaman seperti itu terlihat sederhana.

Namun bagi seorang jurnalis, kemampuan untuk tetap bekerja ketika berada di tempat yang berbeda merupakan sesuatu yang sangat berarti.

Perjalanan ini pada akhirnya bukan hanya tentang Malaysia.

Bukan hanya tentang bandara, hotel, tempat-tempat yang dikunjungi, atau pengalaman melihat suasana baru di luar Indonesia.

Perjalanan ini juga menjadi pengingat bahwa profesi jurnalis membuat seseorang selalu membawa pekerjaannya ke mana pun pergi.

Di satu sisi, saya sedang menikmati hadiah atas sebuah kompetisi yang saya ikuti pada 2025. Di sisi lain, saya tetap menjadi seorang jurnalis yang harus memastikan pekerjaan selesai tepat waktu.

BACA JUGA :  Telkomsel Catat Lonjakan Broadband Wilayah Sulawesi dan Maluku Utara Sebesar 16,55 Persen

Dua dunia itu bertemu di sebuah kamar hotel di Malaysia.

Di sana, di antara lelah setelah perjalanan dan padatnya agenda, sebuah laptop terbuka. Ponsel menjadi penghubungnya. Tulisan harus diselesaikan. Dan koneksi internet menjadi jembatan kecil yang menghubungkan saya dengan pekerjaan di tanah air.

Ada sesuatu yang menarik dari pengalaman tersebut.

Perjalanan membuat jarak terasa semakin jauh, tetapi teknologi membuat jarak itu terasa semakin dekat.

Dari Kendari, saya bisa berada di Malaysia. Namun dalam hitungan detik, saya tetap dapat terhubung dengan pekerjaan, informasi, dan orang-orang di Indonesia.

Bagi saya, itulah salah satu cerita kecil yang membuat perjalanan sebagai pemenang Telkomsel Journalist Competition menjadi semakin berkesan.

Hadiah perjalanan memang membawa saya mengenal tempat baru. Tetapi perjalanan itu juga memperlihatkan bahwa di tengah pengalaman menikmati dunia, tanggung jawab sebagai jurnalis tetap berjalan.

Dan malam itu, ketika tulisan akhirnya terkirim sebelum tenggat waktu, ada rasa lega yang sulit dijelaskan. Bukan hanya karena pekerjaan selesai. Tetapi karena di tengah perjalanan yang begitu jauh dari rumah, saya masih bisa menjalankan satu bagian kecil dari profesi yang saya cintai.

Perjalanan ke Malaysia berakhir pada 2 Oktober 2026. Koper kembali dibawa pulang, foto-foto tersimpan di perangkat, dan cerita perjalanan perlahan menjadi kenangan.

Namun satu hal mungkin akan terus saya ingat. Kadang, perjalanan yang paling berkesan bukan hanya tentang seberapa jauh kita pergi, tetapi tentang bagaimana kita tetap dapat melakukan hal-hal penting ketika berada jauh dari rumah.

Bagi saya, perjalanan dari Kendari menuju Malaysia adalah tentang sebuah hadiah, pengalaman baru, dan cerita seorang jurnalis yang ternyata tetap harus mengejar deadline, bahkan ketika sedang menikmati perjalanan di negeri orang.

Dan malam itu, koneksi internet yang tetap menyala menjadi bagian kecil dari cerita besar tersebut.

Oleh: Sitti Harlina