OJK Gandeng 14 Kepala Daerah dan Tujuh Universitas di Sultra, Perkuat Literasi Keuangan

oleh -65 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan media massa untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Anggota Dewan Komisioner OJK Republik Indonesia Adi Budiarso menuturkan bahwa perluasan akses keuangan perlu disertai edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya menggunakan produk jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.

Dalam kegiatan pembukaan Bulan Inklusi Keuangan di Kota Kendari, Sutra, ia menyampaikan bahwa OJK bersinergi dengan 14 bupati dan wali kota di Sulawesi Tenggara serta tujuh universitas. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui berbagai saluran.

Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dan media memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Akademisi dapat berkontribusi melalui kajian dan kegiatan edukasi, sedangkan media membantu menyebarkan informasi kepada publik secara luas.

β€œnah ini kita ingin coba terus terus dorong tingkatkan,” ujarnya ketika menjelaskan upaya untuk memperkecil kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan.

Menurut dia, tantangan literasi keuangan tidak dapat diselesaikan hanya oleh regulator. Diperlukan dukungan berbagai pemangku kepentingan agar informasi mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan layanan digital, serta perlindungan konsumen dapat menjangkau masyarakat di berbagai lapisan.

Perkembangan teknologi turut membuat kebutuhan edukasi semakin mendesak. Masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan keuangan melalui internet, tetapi kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko apabila tidak disertai pemahaman yang cukup.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membantu masyarakat memahami cara menggunakan layanan keuangan secara bijak, mengenali potensi penipuan, dan merencanakan kebutuhan finansial untuk jangka panjang.

OJK juga mendorong peningkatan kebiasaan menabung serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan keuangan masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi produktif.

BACA JUGA :  Pjs Bupati dan Sekda Koltim Tandatangani Kesepakatan Bersama Optimalisasi PAD

Melalui sinergi pemerintah daerah, kampus, dan media, OJK berharap edukasi keuangan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Dengan demikian, peningkatan inklusi keuangan dapat diikuti pemahaman yang lebih baik serta pemanfaatan layanan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.