Vale Indonesia Kerahkan Tim FES Tangani Karhutla di Puulemo dan Baula

oleh -51 Dilihat

Kolaka, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Puulemo dan Baula, sekitar area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Perusahaan mengerahkan tim Fire and Emergency Services (FES) untuk membantu mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait, dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Berdasarkan pemetaan sementara, kebakaran di Puulemo mencakup area seluas 31,68 hektare yang berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia. Penanganan di lokasi ini dilakukan oleh tim FES bersama BPBD.

Sementara itu, kebakaran di wilayah Baula diperkirakan mencakup sekitar 90 hektare yang berada di dalam wilayah IUPK dan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Penanganan di lokasi tersebut masih dikoordinasikan secara intensif karena keterbatasan akses menuju titik kebakaran.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan perusahaan terus mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penanganan karhutla secara aman, terukur, dan terkoordinasi.

“Tim FES Vale Indonesia terus bekerja bersama BPBD untuk menangani kebakaran di Puulemo. Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan respons terhadap kebakaran di Baula, mulai dari pemetaan akses menuju lokasi, identifikasi sumber air terdekat, asesmen lapangan, hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,” ujar Rifai.

Menurut dia, keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran di Baula. Untuk mengatasinya, Vale Indonesia berkoordinasi dengan tim eksplorasi guna mengidentifikasi jalur yang memungkinkan digunakan menuju titik kebakaran serta memetakan sumber air terdekat.

BACA JUGA :  Dukung Geliat Industri dan Bisnis, PLN Siap Tingkatkan Pasokan dan Keandalan Listrik di Batam

Perusahaan juga menyiapkan asesmen lapangan untuk memperoleh gambaran visual dan data aktual mengenai kondisi lokasi. Kegiatan tersebut akan melibatkan tim terkait dengan pendampingan personel FES, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang efektif dan aman.

“Setiap waktu sangat berarti dalam situasi seperti ini. Namun, keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang terlibat harus tetap menjadi prioritas. Karena itu, kami memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan melalui koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak,” kata Rifai.

Selain mengerahkan personel, Vale Indonesia menyiapkan dukungan peralatan dan tenaga apabila pembuatan sekat bakar diperlukan untuk menghambat perluasan api. Perusahaan juga memperbarui data setiap hari, meliputi pemetaan wilayah terdampak, dokumentasi visual, dan koordinat titik kebakaran untuk mendukung pemantauan serta pengambilan keputusan.

Penanganan kebakaran di Baula juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Satuan Tugas Penanganan Karhutla, BPBD, Pemerintah Kabupaten Kolaka, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan. Informasi mengenai kejadian tersebut juga akan dilaporkan melalui sistem pemantauan karhutla Sipongi.

Dengan mempertimbangkan perkiraan luas wilayah terdampak dan tantangan medan, Vale Indonesia mendorong dukungan tambahan dari unsur terkait melalui koordinasi bersama Satgas Karhutla dan aparat kewilayahan. Sejumlah opsi penanganan lanjutan turut dipertimbangkan, termasuk pembuatan sekat bakar untuk memutus jalur bahan bakar api.

Apabila kondisi kebakaran tidak memungkinkan ditangani melalui jalur darat, dukungan udara juga dapat dipertimbangkan. Keputusan mengenai langkah lanjutan akan didasarkan pada hasil asesmen lapangan, dengan tetap memperhatikan keselamatan, efektivitas penanganan, kondisi lingkungan, dan ketentuan perizinan yang berlaku.